Kaltimtoday.co- Dinas Pendidikan Bontang berencana akan mengaktifkan kembali Perda Wajib Belajar pukul 19.00 Wita hingga 21.00 Wita. Hal itu terpaksa kembali diberlakukan karena prihatin maraknya kasus pencabulan anak di bawah umur terjadi di malam hari dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Disdik Bontang Suharto mengatakan, setiap Sabtu dan Minggu pihaknya bekerja sama dengan Satpol PP Bontang akan menegakkan kembali Perda Wajib Belajar 19-21. Perda itu diterapkan dengarutin melakukan razia. Harapannya, pelajar dapat belajar di rumah dan tidak keluar malam. 

“Sedangkan yang sudah terlibat dengan kasus pencabulan kami serahkan kepada aparat proses hukumnya. Sedangkan untuk pembinaannya kami serahkan ke Dissos-P2M Bontang, karena mereka punya tugas untuk itu,” ucap Suharno.

Dia menyebutkan, secara resmi hingga saat ini memang belum ada yang melapor kepadanya terkait kasus pencabulan anak di bawah umur. Meski begitu, dengan munculnya kasus tersebut membuat dirinya prihatin. 

“Kami imbau kepada para orang tua untuk menjaga anaknya ketika berada di luar jam sekolah. Sementara para guru harus tetap mengingatkan anak muridnya,” tuturnya.

Selain itu, Suharto juga berharap kepada para orang tua agar mendidik anak-anaknya dengan pendidikan agama di rumah. Tak hanya itu, pihaknya juga menyarankan agar anak-anak mengikuti kegiatan-kegiatan positif di luar kegiatan sekolah. Sehingga bisa menghindari kegiatan yang negatif.

Seperti diketahui, di Bontang, kasus pencabulan terjadi terhadap anak di bawah umur selama 2 hari berturut-turut. Kasus pertama, baik korban maupun tersangkanya merupakan pelajar kelas XII salah satu SMK di Bontang. Modus pelaku ialah dengan mengancam akan menyebarkan foto semi bugil milik korbannya. Sedangkan kasus lainnya ialah siswi SMP, yang dikenal berprestasi di sekolahnya dicekoki pil koplo dan diperkosa oleh 2 orang teman lelakinya.

[Mao Iskandar | Bontang Post]


Artikel Terkait