Kaltimtoday.co - Beredar kabar, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kaltim Masykur Sarmian tiba-tiba diganti secara mendadak oleh DPP PKS. Tidak ada alasan pasti tentang pergantian itu.

Posisi Masykur Sarmian digantikan Harun Al Rasyid. Harun Al Rasyid tercatat sebagai Caleg DPRD Kaltim Dapil 6 Kabupaten Berau, Kutim, dan Kota Bontang. Tidak hanya posisi ketua DPW dilakukan pergantian. Posisi sekretaris umum yang sebelumnya dijabat Sarwono, aleg PKS di DPRD Samarinda turut digantikan Arif Kurniawan, mantan aleg PKS di DPRD Samarinda periode 2009-2014.

Adapun Sarwono menjabat sekretaris Dewan Syariah Wilayah (DSW). 

Pencopotan ini di luar kebiasaan PKS. Sebab, selama ini pergantian unsur pimpinan selalu melalui mekanisme pemilihan raya.

Masykur Sarmian sendiri terpilih untuk periode kedua menjadi ketua DPW PKS Kaltim pada 10 Oktober 2015. Saat itu, Masykur Sarmian terpilih kembali melalui mekanisme pemilihan raya untuk periode kedua. Masykur Sarmian mestinya menjabat hingga 2020. 

Penggantian di luar mekanisme AD/ART ini memicu spekulasi adanya bersih-bersih loyalis mantan Presiden PKS Anis Matta di Kaltim. Sebab, di beberapa provinsi lain juga dilakukan pergantian unsur pimpinan oleh DPP PKS. Seperti di Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sumatera Utara.

Meski begitu, terkait pemecetan Masykur Sarmian tersebut, media ini belum menerima surat keputusan dari (SK) DPP PKS.

Masykur Sarmian yang dikonfirmasi media ini enggan berkomentar. Menurutnya, dia tidak berhak menjawab terkait pergantian unsur pimpinan tersebut. Dia menyerahkan penjelasan terkait pergantian tersebut ke DPP PKS. 

“Saya belum bisa bicara,” jawabnya. 

Arif Kurniawan yang dikonfirmasi media ini membenarkan info tersebut. Namun tidak secara keseluruhan. 

"Tidak sepenuhnya benar," singkatnya.

Pergantian pengurus DPW PKS Kaltim itu cukup ramai diperbincangkan di media sosial facebook. Sejumlah kader PKS ramai membuat status terkait perombakan tersebut. 

[MRL/TOS]