Kaltimtoday.co -  Sampah bila tidak mendapatkan penanganan yang serius akan menimbulkan masalah. Mulai dari bau yang tidak sedap, banjir, longsor, jalan berlubang, dan pelbagai bencana lainnya. Masalah ini masih menghantui Kota Tepian setiap tahun.

Tentu hal itu terus terjadi karena manajemen sampah yang buruk. Di Indonesia, angka daur ulang sampah termasuk rendah, di bawah 50 persen. Belum lagi kesadaran membuang sampah pada tempatnya yang juga masih memprihatinkan. Samarinda berdasarkan survei pada 2014 kesadaran warga terhadap kebersihan hanya 40 persen. 

Banyak warga yang memandang masalah itu sebagai hal biasa dan remeh. Maka tak sulit mendapati pemandangan warga yang membuang kemasan air mineral begitu saja ke jalan sementara dia mengendarai mobil mewah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Samarinda Nurrahmani mengungkapkan, berbagai kebijakan telah dilakukan mulai pemerintah pusat, provinsi hingga kota. Pemerintah pusat misalnya sudah membentuk Undang-Undang (UU) 18/2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah (PP) 81/2013 tentang Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga. Kemudian Peraturan Presiden (Perpres) 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah. 

“Dalam Perpres 97/2007 itu Samarinda diharuskan untuk ikut mewujudkan pengurangan sampah sampai 30 persen dan penanganan sampah sampai 70 persen,” ungkap Nurrahmani usai memberikan sambutan dalam puncak peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, kemarin (23/4). 

Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai camat Sungai Kunjang itu menyampaikan, HPSN sudah digelar selama tiga bulan. Mulai 21 Januari hingga 21 April 2018. Dilaksanakan dengan menggelar berbagai program, mulai gotong royong di Folder Air Hitam, bersih drainase bersama komunitas dan warga, gerakan pungut sampah, hingga sosialisasi pengelolaan sampah. 

Diharapkan, melalui rangkaian program tersebut warga bersama seluruh elemen komunitas dan organisasi masyarakat dapat berkomitmen untuk mengurangi dan mengelola sampah di Kota Tepian. Adapun untuk DLH Samarinda, lanjut dia, dalam rangka HPSN 2018 juga mengambil komitmen untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan Pemkot Samarinda, seperti bungkus makanan ketika menggelar rapat. Selain itu bakal disusun pelbagai program strategis lanjutan pengurangan dan pengolahan sampah Samarinda yang melibatkan pelbagai perguruan tinggi. 

“Saya yakin Samarinda bisa mengurangi 30 persen sampahnya, dan sisanya terkelola. tentu tidak bisa hanya berharap pemerintah, semua elemen harus terlibat,” katanya. 

Dalam puncak peringatan HPSN 2018 ini, DLH Samarinda juga memberikan apresiasi kepada 20 pekerja terbaik. Mulai penyapu jalan, pembersih parit, hingga pengangkut sampah. Penilaian terbaik dilakukan pengawas. Penghargaan diberikan dalam bentuk bantuan paket sembako dan uang pembinaan. 

“Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja kerasnya selama ini. Semua hasil dari sumbangan warga dan perusahaan swasta yang peduli,” pungkasnya. 

[Mao Iskandar | DLH Samarinda]


Artikel Terkait