Kaltimtoday.co - Angkutan online roda empat pantang beroperasi jika tidak memenuhi persyaratan. Keputusan itu berdasarkan Peraturan menteri perhubungan (Permenhub) nomor 108 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek. Permenhub tersebut resmi berlaku hari ini. 

Buntutnya sampai saat sudah delapan kendaraan yang terjaring razia dalam operasi simpatik yang digelar Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim dengan Satlantas Polresta Samarinda. Meski demikian, perusahaan angkutan online masih diberi tenggat hingga akhir bulan ini untuk melengkapi sejumlah persyaratan.

“Kami akan terus razia karena pak menteri sudah memperpanjang waktu sampai sebulan bagi perusahaan online untuk melengkapi sejumlah persyaratan,” ujar Kepala Dishub Kaltim, Salman Lumoindong seperti dilansir dari Samarinda Pos, Senin (5/2/2018).

Salman menambahkan, tiga perusahaan angkutan online seperti Go Car, Grab, hingga Uber belum semuanya melengkapi persyaratan. Mulai dari belum adanya stiker di kendaraan, tidak adanya koperasi resmi yang menaungi driver, sampai kendaraan yang belum mengikuti uji KIR. Kendati demikian pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengusaha untuk membahas hal ini. 

“Pihak aplikator kami sampaikan bahwa driver mereka harus tergabung dalam koperasi resmi. Kalau tidak gabung, kami anggap ilegal,” tambahnya. 

Nah, untuk driver yang nakal atau dua kali terjaring razia, pihaknya akan langsung memberikan sanksi. “Tapi untuk sanksi nanti pihak Satlantas yang lakukan. Kami tidak tahu apakah sita kendaraan dan sebagainya,” sambungnya.

Selain razia, Dishub juga memasang spanduk larangan beroperasi bagi kendaraan angkutan online untuk beroperasi agar diketahui publik. 

Terpisah, Ketua Asosiasi Driver Online (ADO) Kaltim, Albert P Siagian mengakui masih ada pengusaha yang belum memenuhi persyaratan. Bahkan lanjutnya ada driver yang enggan menjalankan.

“Di antara driver sendiri terbagi dua, ada yang menjalankan ada juga yang tidak,” tukasnya.

Yang tidak sepaham dengan Permenhub 108 berkaitan dengan uji KIR kendaraan. Driver khawatir adanya wacana KIR dicat di body mobil sebagai pengenal. Yang ditakutkan ketika sudah tidak bergabung di driver online, KIR tersebut terpaksa dihapus.

“Tidak dicat tapi ditaruh di bagian bawah mobil. Tidak terkena mesin sehingga tidak berpengaruh juga dengan mesin,” imbuhnya. 

Adapun di antara persyaratan yang belum terpenuhi seperti mengubah SIM A pribadi menjadi SIM A umum lalu uji KIR. Kemudian tidak semua driver tergabung di koperasi.

“Koperasi sudah berproses, tinggal menunggu SK dari dari Dishub,” tambah Albert. Termasuk pula stiker berdiameter 15 sentimeter yang dipasang di kaca depan dan belakang. 

“Nanti logo asosiasi berada di bawah stiker. Itu sebagai bentuk kalau asosiasi juga resmi,” pungkas Albert.


[Mao Iskandar | Samarinda Pos | Prokal.co]


Artikel Terkait