Kaltimtoday.co - Kepolisian Daerah Kalimantan Timur ( Polda Kaltim) akan menggelar acara pertemuan dengan tajuk 'Silaturahmi Kebangsaan' dalam rangka antisipasi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan jelang penetapan hasil rekapitulasi Komisi Pemilu Umum (KPU) RI.

Acara akan dilaksanakan di Pendopo Odah Etam (Komplek Rumah Jabatan Gubernur) Jalan Gajah Mada Samarinda, Sabtu (18/5/2019) 18.00 WITA.

Silaturahmi Kebangsaan  mengundang seluruh unsur Forkopimda, mulai dari Gubernur Kaltim, Pangdam VI Mulawarman, Kapolda Kaltim, Ketua DPRD Kaltim, Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim, Ketua Pengadilan Tinggi Kaltim, Danrem 091/ASN, Kepala Binda Kaltim, jajaran KPU dan Bawaslu Kaltim, serta Walikota dan Ketua DPRD Samarinda.

Diundang pula seluruh Tokoh Lintas Agama, Tokoh Lintas Etnis, Tokoh Masyarakat serta berbagai elemen masyarakat Kaltim.Tak ketinggalan pula, seluruh pimpinan partai politik di Kaltim juga diundang, termasuk Tim Sukses Capres dan Cawapres Wilayah Kaltim.

Terkait acara tersebut, Gubernur Kaltim Isran Noor, menyambut baik rencana tersebut.

"Saya pikir ini inisiatif yang sangat baik agar kita dapat bersama-sama membangun daerah dan bangsa. Jadi kita bisa membangun kembali persaudaraan pasca pemilu," tutur Isran kepada Kaltimtoday.co di kantor Gubernur Jum'at (17/5/2019).

Isran juga mengungkapkan, acara ini juga dalam rangka mengajak semua pihak agar menghormati hasil penghitungan suara pemilu 2019 yang telah ditetapkan oleh KPU Kaltim beberapa hari lalu.

Masyarakat juga diserukan untuk menolak segala bentuk ajakan maupun hasutan dari pihak manapun yang berpotensi mengganggu situasi kondusif di Bumi Kalimantan Timur.

“Saya juga menghimbau masyarakat Kaltim  membangun kembali silahturahmi dan kebersamaan pasca pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2019,” ungkap mantan Bupati Kutai Timur itu.

Dikarenakan banyaknya isu aksi people power yang sedang marak, tambah Isran, sebaiknya masyarakat tidak mudah terpancing mengikuti aksi-aksi tersebut yang mengarah kepada gerakan inskontitusional, perpecahan di masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban umum.

“Intinya sekarang ini Kaltim sudah kondusif. Kita ingin Kaltim tetap kondusif,” pungkas Isran.

Diperkirakan acara akan dihadiri sekitar 500 peserta.
[DSY | TOS]