Kaltimtoday.co - Proyek pembangunan Masjid Pemprov Kaltim di Lapangan Kinibalu resmi dilanjutkan. Meski begitu, proyek dipastikan tidak selesai akhir tahun ini. Namun, proyek akan tetap dilanjutkan tahun depan. 

Hal itu disampaikan Pj Sekprov Kaltim Meiliana. Dia mengaku akan meminta agar pekerjaan tersebut diaudit agar pemerintah tahu berapa yang harus dibayar hingga akhir tahun ini. Dia berharap kontraktor bisa mengejar hingga 50 persen.

Seperti diketahui, proyek masjid senilai Rp 64 miliar tersebut sempat terhenti lebih dari dua bulan pada progres yang baru mencapai 26 persen. Ada keterlambatan pekerjaan lebih dari 40 persen sehingga dipastikan pembangunan masjid ini tak akan selesai akhir tahun. Padahal target fisik bisa tuntas di akhir Desember mendatang. Namun pemerintah tak menyalahkan kontraktor karena insiden tersebut masuk dalam force majeure yang berarti insiden di luar kemampuan yang menyebabkan pekerjaan terlambat atau tidak terlaksana.

Terhadap insiden tersebut, Meiliana mengaku bisa memakluminya dan berjanji akan memperjuangkan untuk kembali menganggarkan kelanjutan pembangunan masjid di APBD 2019 yang sedang dibahas ini. Menurut Meiliana, pembangunan masjid tersebut wajib tutas sebagaimana amanah gubernur sebelumnya, Awang Faroek. Sebab pembangunan masjid tersebut murni untuk mengakomodir pegawai di Pemprov Kaltim dan warga sekitar Kantor Gubernur Kaltim. "Harus selesai karena itu fasilitas publik dan untuk kepentingan masyarakat banyak. Apalagi yang dibangun ini masjid, bukan sembarang fasilitas," tegas Meiliana.

Sebelumnya, Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas PUPR Kaltim Rahmad Hidayat bersurat ke PT BCK meminta agar proyek itu segera dilanjutkan dengan alasan sudah mengantongi izin mendirikan bangunan dari Pemkot Samarinda. "Sehubungan dengan surat Kepala BPMPTSP nomor: 1741/DPMPTSP-KS/IMB/C/XI/2018 tertanggal 12 November 2018 tentang IMB pembangunan Masjid Pemrprov Kaltim, yang kami terima 19 November 2018, serta salinan putusan PTUN nomor 09/FP/2018/PTUN-SMD tanggal 23 Oktober, maka dengan ini kami perintahkan kepada PT BCK untuk segera memulai kembali proyek Masjid Pemprov Kaltim," ungkap Rahmat.

Ditambahkan Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa, kondisi di sekitar proyek sudah kondusif sehingga tak perlu pengamanan berlebihan. Apalagi warga sudah kooperatif dan para pekerja pun sedang fokus mengejar target proyek. "Pengamanan seperti biasa, tidak ada tambahan personel karena memang sudah lancar," singkatnya. 

[TOS]


Artikel Terkait