ISTIMEWA

CEK LOKASI: Tim DPM-PTSP Bontang meninjau lokasi pembangunan BCM di wilayah Tanjung Laut bersama konsultan Amdal dan Andalalin dari pihak investor.

Kaltimtoday.co, Bontang -Pembangunan Bontang City Mall (BCM) yang rencananya akan di bangun di wilayah Tanjung Laut, menemui babak baru. Pihak investor, sudah mendatangkan konsultannya untuk mengurus perizinan. Hal itu menandakan bahwa pembangunan BCM mulai diseriusi oleh investor.

Kepala Dinas Penanaman Modal, dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang Puguh Hardjanto menuturkan rencana pembangunan BCM saat ini sedang dalam proses pengawalan oleh Pemkot Bontang. Namun, sebelum pada pengerjaan fisik, Pemkot Bontang meminta pihak investor untuk mempercepat perizinanannya.

“Kami tak ingin dalam masa pembangunan terkendala, jadi sebaiknya izin harus diselesaikan dulu supaya clean and clear,” jelas Puguh.

Mengingat beberapa perizinan ada yang melewati batas waktu, sehingga perlu diperbaharui, maka peninjauan lapangan pun dilakukan pada Selasa (18/6) lalu. Kata Puguh, seperti izin prinsip yang dimiliki PT Anggarakasa Lukeswara yang sudah lewat satu tahun, sehingga harus diajukan ulang oleh pihak investor.

“Saat ini, mereka langsung kebut mengerjakan site plan, Amdal, dan andalalin. Barulah IMB bisa diterbitkan,” ungkapnya.

“Peninjauan lapangan dilakukan dengan konsultan Amdal dan Andalalin. Artinya, investor sangat serius mempercepat penyelesaian kewajibannya dalam hal perizinan,” sambungnya.

Selama proses pengurusan perizinan oleh investor, Puguh berharap masyarakat Bontang bisa mendukung dan bersabar sampai seluruh perizinan selesai semuanya, hingga proses pembangunan.

“Insyaallah, 2020 sudah opening,” kata Puguh.

Sebelumnya, rencana pembangunan BCM sudah ada sejak 2017 lalu. Kala itu, pembebasan lahan sudah dilakukan pihak investor, namun ada beberapa wilayah yang kepemilikannya Pemkot Bontang sehingga perlu ditukar guling sebanyak Rp 240 juta. Tukar guling sudah dilakukan, namun belum ada tanda-tanda pembangunan hingga 2018 lalu. Pihak investor beralasan belum mendapat tenant besar untuk menjalin kerja sama. Barulah 2019 ini mulai ada pergerakan lagi. Harapannya perizinan bisa cepat diselesaikan dan pembangunan mulai dilakukan.

[RI | TOS]