Kaltimtoday.co - Ratusan masyarakat yang tergabung di Aliansi Ormas dan Relawan Kalimantan Timur Bersatu Pendukung Prabowo Sandi melakukan aksi damai di kantor Bawaslu Kaltim Jalan MT Haryono Jum'at (17/5/2019) 13.00 WITA. 

Para pendukung capres nomor urut 02 ini melakukan aksi dalam rangka pernyataan sikap terhadap Pilpres tahun 2019 yang jujur, adil, dan bermartabat. 

Aksi tersebut juga sebagai reaksi masyarakat Kaltim yang melihat berbagai kecurangan dalam keseluruhan pemilu, baik sebelum, pada saat pemungutan dan penghitungan suara. 

Salah satu ulama yang ikut dalam aksi tersebut dan memberikan orasinya, Habib Alwi Baraqbah menegaskan, pihaknya menginginkan Bawaslu Kaltim untuk menindak tegas kecurangan-kecurangan di Pilpres ini.

"Kecurangan tidak boleh dibiarkan. Kita bisa lihat yang semestinya kalah malah menang, yang semestinya menang malah dikalahkan," tegasnya kepada awak media. 

Habib menuturkan, kecurangan yang telah terpublikasi ini menjadi hal yang sangat memalukan  bagi Republik Indonesia. 

Salah satu ketegasan para demonstran juga ialah tidak menganggap dan percaya hasil Situng KPU. Mereka menganggap KPU selalu lalai dalam mengentry data. 

"Kami tidak anggap Situng KPU karena kami tidak mau mempercayai orang yang salah memasukkan data dengan alasan pikun," kritik Habib Alwi yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro' Front Pembela Islam (FPI) Kaltim.

 Dalam pernyataan sikap yang diajukan para demonstran terdapat 4 poin diantara lain,  

Pertama, mendukung hasil Ijtima' Ulama III di Sentul, Bogor (1/5/2019), 

Kedua, mendesak Bawaslu RI untuk meminta KPU menghentikan entry data hasil Pilpres 2019 di Situng KPU hingga proses perbaikan dan audit forensik atas situng KPU, 

Ketiga, mendesak Bawaslu RI untuk membentuk tim pencari fakta independen dan memberikan sanksi yang tegas kepada pihak - pihak yang melakukan kecurangan dalam pelaksanaan Pilpres 2019, 

Keempat, dilakukannya penghitungan suara ulang dengan melibatkan kalangan independen,pakar statistik dan matematika, IT dan komputer, yang didampingi penyelenggara pemilu serta TKN dan BPN. 

Apabila tidak ditindaklanjuti oleh Bawaslu, tambah Habib, pihaknya akan terus berjuang hingga ke ranah hukum.

"Kami akan terus tuntut hingga ke Mahkamah Konstitusi," ucapnya. 

Menanggapi aksi demonstran tersebut, ketua Bawaslu Kaltim, Muhammad Saiful mengatakan, menerima dengan baik pernyataan sikap yang diserahkan oleh perwakilan dari Aliansi Ormas ini. 

"Dilihat dari petisi yang saya terima, secara umum sependapat dengan Bawaslu dimana pemilu harus berjalan secara integritas dan adil," tutur Saiful kepada Kaltimtoday.co di ruangannya. 

Saiful meminta bagi para pihak yang keberatan dengan hasil penghitungan suara bisa melampirkan bukti - bukti yang valid untuk ditindaklanjuti oleh Bawaslu Kaltim. 

Para pengunjuk rasa memberikan surat pernyataan sikap kepada Bawaslu Kaltim dan melakukan doa bersama. Setelah itu, aksi berakhir dengan bubarnya para demonstran pukul 15.00 WITA. 

[DSY | TOS]