MEGA ASRI/KALTIM TODAY

MENUNGGU: Pendaftaran di sekolah swasta sudah dibuka sejak 24 Juni hingga 13 Juli, menunggu para siswa yang tak lolos di sekolah negeri.

Kaltimtoday.co, Bontang - Beginilah nasib sekolah swasta yang kurang diminati siswa. Untuk mendapat siswa baru, mereka harus rela menunggu pengumuman PPDB online negeri selesai. Sehingga bagi para siswa yang tak lolos, tentu akan berpaling ke sekolah swasta. Mengingat dengan sistem zonasi ini tak ada pilihan kedua dan seterusnya.

Tentunya, ada keuntungan tersendiri bagi penerapan sistem zonasi ini. Meskipun, keuntungan tersebut masih menjadi harapan tertinggi bagi sekolah swasta yang terkadang kekurangan siswa. Seperti sekolah tertua di Bontang yakni SMP-SMA YKP Monamas, dan SMP Tunas Inti.

Kepala SMP Tunas Inti Bontang Citra Purwaningtyas mengatakan, sejak 24 Juni pihaknya sudah membuka pendaftaran, namun belum ada siswa yang mendaftar hingga Kamis (4/7).

"Kami menunggu limpahan murid dari negeri, pengumuman di negeri kan 8 Juli," jelas Citra, Kamis (4/7) siang tadi.

Meski belum ada yang mendaftar, pihaknya tetap membuka pendaftaran hingga 13 Juli mendatang. Citra berharap mendapat banyak keuntungan dari sistem zonasi yang diterapkan pada PPDB online ini. Bahkan, dia berharap mendapat murid sebanyak 40 orang.

"Tahun lalu hanya 10 siswa, semoga tahun ini lebih banyak untuk menutupi tahun lalu," ujarnya.

Selain berharap banyak siswa yang mendaftar, Citra juga mengharapkan para pendaftar pun NEM-nya bukan lagi yang terendah. Mengingat sistem zonasi ini sangat ketat persaingannya antara zona dan NEM siswa.

"Harapannya sistem zonasi ini bisa menguntungkan pihak swasta, input-nya dapat siswa dengan NEM tinggi," harapnya.

SMP Tunas Inti tak memungut uang pangkal dan bangunan, dia hanya menarik uang seragam serta biaya SPP perbulan.

Hal itu turut diamini Kepala SMP Monamas Bontang Syahria. SMP yang ada sejak tahun 1970-an itu termasuk sekolah yang kekurangan siswa. Sehingga dari sistem zonasi bisa menguntungkan pihak swasta dengan banyaknya calon siswa yang mendaftar.

"Sejak buka pendaftaran, formulir sudah banyak yang ngambil, tapi yang mengembalikan baru 5 siswa," kata Syahria.

Pendaftaran dibuka hingga 13 Juli, karena sama-sama menunggu pengumuman di sekolah negeri.

"15 Juli, kami sudah mulai pengenalan lingkungan sekolah, tapi biasanya masih ada saja yang mendaftar," ungkapnya.

Siswa SMP Monamas tahun lalu yang mendaftar cukup banyak, yakni 20 siswa alias satu rombongan belajar. 

Sementara untuk SMA Monamas dapat dua rombongan belajar di tahun lalu yakni 22 siswa untuk dua jurusan IPA/IPS.

" Semoga ada keuntungan dengan sistem zonasi dan murid kami menjadi lebih banyak di tahun ini," harap Syahria bersama Kepala SMA Monamas Yohana. 

SMP dan SMA Monamas tidak memungut uang pangkal dan uang bangunan, hanya berupa uang seragam saja. Untuk SPP bulanan pun, ikut digratiskan.

[RI | TOS]