Kaltimtoday.co - Meski menuai penolakan sejumlah kader, DPP PKS tetap merombak struktur pengurus Dewan Pimpinan Tinggi Wilayah (DPTW) PKS Kaltim. Hari ini, Sabtu (28/12/2018), DPP PKS dijadwalkan melakukan pelantik pengurus baru. Pelantik digelar di Hotel Grand Victoria Pukul 14.00 Wita.

Selain melantik pengurus baru, DPP PKS dijadwalkan juga akan menggelar rapat koordinasi antara DPTW dan DPTD PKS se-Kaltim. Seluruh DPD PKS se-Kaltim diundang dalam acara yang digelar terbatas dan tertutup itu.

Pelantikan rencananya dihadiri langsung Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan Habib Aboe Bakar Al Habsyi. Pelantikan itu dilakukan berdasarkan SK DPP PKS 409/SKEP/DPP-PKS/2019 tertanggal 19 Desember 2018.

Dikonfirmasi, Harun Al Rasyid membenarkan soal acara pelantikan dan rapat koordinasi tersebut. Disebutkan dia, setelah pelantikan, pihaknya akan menggelar jumpa pers kepada awak media.

“Betul. Dilantik ketua DPP PKS Wilda Kalimantan Habib Aboe Bakar Al Habsyi. Peserta terbatas dan tertutup,” jawab Harun Al Rasyid.

Seperti diketahui, sebelumya, perombakan pengurus DPW PKS Kaltim ditolak kader dan pengurus DPD PKS se-Kaltim. Keputusan tersebut dianggap cacat hukum dan inkonstitusional.


Hal itu disampaikan Ketua DPD PKS Balikpapan Mulhadi Ismail didampingi perwakilan 10 DPD PKS se-Kaltim saat menggelar konferensi pers di Sekretariat DPW PKS Kaltim, Jalan AW Syahranie, Kamis (27/12/2018).

Menurut Mulhadi, ada kejanggalan di balik pemecatan Masykur Sarmian yang kemudiam digantikan Harun Al Rasyid yang dibacakan Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan Aboe Bakar Al Habsyi di Balikpapan, Selasa (25/12/2018) lalu. Pasalnya, bentuk fisik SK DPP PKS soal pergantian tersebut tidak ada. Pencopotan Masykur Sarmian hanya melalui pesan singkat Whatsapp yang dibacakan Ketua DPP PKS Wilda Kalimantan.

“Pencopotan itu tidak sesuai AD/ART PKS. Bahkan di luar akal sehat,” tegas Mulhadi.

Dikatakan dia, tidak ada alasan jelas dari DPP PKS merombak kepengurusan yang sudah terbukti sukses membesarkan PKS di Kaltim. Pasalnya, selama dijabat Masykur Sarmian, PKS Kaltim berhasil memenangkan berbagai konstelasi politik. Seperti Pilkada Berau, PKS berhasil memenangkan Muharram sebagai bupati. Kemudian, Pilgub Kaltim, PKS berhasil mengantarkan Hadi Mulyadi sebagai wakil gubernur.

Perombakan DPTW PKS Kaltim, tambah dia, akan mengganggu kerja-kerja PKS untuk suksesi pemilihan legislatif maupun presiden.

“DPD PKS se-Kaltim sepakat mengecam dan menolak perombakan itu. Kami mendukung Pak Masykur Sarmian melakukan upaya sesuai konstitusional partai maupun hukum,” ujarnya


[WAL | TOS]