Menyambut Ramadan dan Idulfitri 2019, PT Smartfren Telecom, Tbk memperluas jaringan layanan telekomunikasi dan koneksi internet di Samarinda dan Balikpapan (Samba). Mereka meluncurkan program khusus yang disebut “Doble Berkah Silaturahmi Smartfren” yang dirilis di Hotel Bumi Senyiur, Rabu (15/5/2019) kemarin.

Kaltimtoday.co – Menyambut Ramadan dan Idulfitri 2019, PT Smartfren Telecom, Tbk memperluas jaringan layanan telekomunikasi dan koneksi internet di Samarinda dan Balikpapan (Samba). Mereka meluncurkan program khusus yang disebut “Doble Berkah Silaturahmi Smartfren” yang dirilis di Hotel Bumi Senyiur, Rabu (15/5/2019) kemarin. 

Diungkap Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim, kehadiran Smartfren di Samba cukup special karena bertepatan dengan momentum Ramadan. Harapannya, Smartfren bisa menambah kenyamanan dan kemudahan berkomunikasi serta silaturahmi masyarakat Samarinda dan Balikpapan. 

“Ramadan dan Lebaran selalu menjadi waktu spesial bagi keluarga di samarinda dan Balikpapan. Karena itu kami mengajak #kuotakanyangbaik (katakan, Red), karena Smartfren ada, beroperasi dan siap melayani masyarakat,” ungkap Djoko.

Program special “Doble Berkah Silaturahmi Smartfren” ini akan diberikan hingga Agustus mendatang, dimana masyarakat cukup membayar Rp 30 ribu untuk mendapatkan dua kartu perdana Smartfren dari harga normal Rp 120 ribu. Menariknya, pembeli akan langsung mendapat kuota internet 30 GB dan gratis menelpon ke operator lain selama 10 menit. 

“Program ini kami hadirkan agar pengguna Smartfren tidak khawatir kehabisan kuota internet saat Ramadan dan silaturahmi lebaran nanti,” tambah Djoko. 

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Samarinda Aji Syarif Hidayatullah menyatakan, untuk masuk ke pasar layanan komunikasi dan internet di Samarinda memerlukan inovasi yang tinggi karena penyedia yang lama cukup besar. 

“Smartfren harus memastikan layanan jaringan mereka luas dan bisa menjangkau hingga ke pelosok desan. Kalau tidak, masyarakat akan malas ganti ganti kartu, ditambah jaringan yang tidak stabil. Kalau sama saja atau bahkan lebih jelek jaringannya, akan sulit bersaing dengan yang sudah ada,” jelas Hidayat yang ikut hadir di acara tersebut. [PAS]