Meski memasuki usia 60 tahun, Syarifuddin Rusli tidak surut niat untuk maju di Pilwali Samarinda 2020. Pria yang akrab disapa Ambi ini yakin dapat terpilih dan mendapat dukungan dari warga Samarinda.

REZA/KALTIMTODAY.CO

Kaltimtoday.co - Kontestasi politik mulai memanas. Sejumlah figur secara terang-terangan menyatakan dirinya siap maju dalam Pilwali Samarinda 2020. Salah satunya adalah Syarifuddin Rusli, sekretaris KPU Kaltim.

"Saya sudah mempersiapkan diri sejak awal dan ini menyangkut kepentingan orang banyak. Saya tidak akan main-main jika terpilih nanti," ujar Syarifuddin Rusli saat ditemui kaltimtoday.co di ruang kerjanya, Jumat (31/5/2019) siang.

Dia menyatakan, keinginan untuk menjadi wali kota sudah ada sejak dirinya masih mengenyam bangku pendidikan. Akan tetapi, impian tersebut harus dikuburnya terlebih dahulu karena mendapatkan tanggung jawab yang tidak kalah besar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Namun setelah pensiun tahun ini, dirinya merasa terpanggil untuk menghibahkan diri dalam jenjang tanggung jawab yang lebih tinggi, sebagai wali kota Samarinda. Semakin mantap karena dirinya berdarah asli Samarinda. Sehingga segenap hati akan mengabdikan diri untuk membangun Kota Tepian jika terpilih.

Tentunya, setelah hampir 40 tahun dirinya mengabdi sebagai pegawai negeri dirinya telah banyak belajar dari tokoh politik. Dalam perjalan karirnya, Sarifuddin Rusli banyak bertemu dengan orang baru, permasalahan baru dan cara-cara baru untuk mengatasi permasalah tersebut.

Dirinya mendapatkan pengalaman tersebut karena telah tujuh kali pindah rumah serta enam belas kali pemindahan tugas hingga yang terakhir sebagai sekretaris KPU Kaltim.

"Pengalaman itu sangat berguna dan memberikan keberanian saya untuk maju dalam pemilihan wali kota," tegasnya. Dia sendiri mengaku sudah mengantongi dukungan dari keluarga besar serta rekan-rekan satu kantornya.

Ada beberapa hal yang dia akan perjuangkan jika terpilih sebagai wali kota. Pertama, akan melakukan memperbaiki drainase untuk menanggulangi bencana banjir yang telah menjadi permasalahan akut Kota Tepian.

"Beberapa tahun lalu saat saya berkunjung ke Korea Selatan, saya juga mempelajari bagaimana drainase yang baik untuk diterapkan di Samarinda," katanya.

Dia menambahkan bahwa dirinya akan menjadi orang pertama yang akan menangani permasalah banjir serta membangun dan menjadikanSamarinda sebagai kota pariwisata.

Syarifuddin Rusli sendiri akan memasuki massa pensiunnya pada 1 Agustus 2019. Pria yang akrab disapa Ambi, kelahiran Samarinda 16 Januari 1959 itu sudah mengabdi sebagai ASN selama 38 tahun.

[RZA | TOS]