Kaltimtoday, Bontang - Adanya penambahan kuota haji sebanyak 10 ribu jemaah di 2019, ternyata berimbas pada jadwal keberangkatan haji. Pasalnya, jadwal sebelumnya untuk calon jemaah haji Bontang bakal berangkat di tanggal 23 Juli 2019, diprediksi dimajukan. Hanya, belum ada jadwal yang final untuk keberangkatan haji di daerah, karena masih akan dibahas oleh Kanwil Kemenag Provinsi Kaltim.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bontang Ali Mustofa menuturkan kronologi jadwal keberangkatan dimajukan saat Presiden RI Joko Widodo umrah sebelum pelaksanaan pilpres April lalu. Jokowi sangat diistimewakan oleh Raja Salman, hingga saat tiba di Indonesia ternyata diberi tambahan kuota haji. "Sementara semua jadwal sudah terencana sebelumnya, dengan adanya tambahan kuota itu ada perubahan jadwal," jelas Ali, Selasa (2/7/2019).

Perombakan jadwal, ternyata mengharuskan keberangkatan dipercepat. Sebab jika diundur, sudah tidak bisa mendapat penerbangan ke Jedah. Ali menyebutkan Bontang dapat tambahan kuota 14, dari sebelumnya 144 jemaah menjadi 158 jemaah tambah satu orang Tim Kesehatan Haji Daerah (TKHD). "Tapi yang berangkat dari Bontang hanya 155 jemaah, karena dua orang mutasi ke Malang, dan satu jemaah lagi sakit," ujarnya.

Jemaah Bontang masuk gelombang kedua kloter 4 yang bergabung dengan jemaah Penajam, Kubar, Kukar, serta sisa jemaah Samarinda dan Balikpapan dengan jumlah penumpang dalam pesawat 450 orang. Sehari menginap di Asrama Haji Balikpapan, esok harinya jemaah akan langsung terbang ke Jedah dengan pakaian ihram sudah dipakai. "Tahun ini dipercepat di Jedah, sampai sana langsung naik bis menuju hotel, tak ada lagi cek rekam biometrik karena sudah dilakukan di Balikpapan," bebernya.

Dengan adanya aturan baru pun, kata Ali, sesuai dengan undang-undang nomor 8/2019 tentang Haji Pasal 36, maka daerah perlu membuat Perda soal Embarkasi dan deparkasi haji yang dibiayai oleh pemerintah daerah se-Indonesia. Di Bontang sendiri, sudah dibahas selama 3 kali, tinggal menunggu paripurna. "Pun jika keberangkatan nanti Perda belum diparipurnakan, maka proses keberangkatan tetap berjalan menggunakan SK wali kota tahun lalu," ungkap Ali.

Para jemaah haji, lanjut Ali, diminta untuk tetap menjaga kesehatannya baik saat persiapan maupun saat berada di Tanah Suci. Mengingat kondisi cuaca yang cukup ekstrim di Mekkah. "Harus banyak minum dan gunakan air semprotan untuk wajah supaya tidak kering. Karena disana itu kalau dingin akan dingin sekali, dan kalau panas akan panas sekali," pungkasnya. 

[RI | TOS]

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Bontang Ali Mustofa