Kaltimtoday.co - Asisten II Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Endang Liansyah mengatakan, berdasar informasi yang dia terima, ada lebih dari tujuh tambang yang tak berizin di Kota Tepian. Lokasinya berada di Kecamatan Samarinda Utara, Samarinda Ulu, Loa Janan Ilir, Palaran, Sambutan, dan Sungai Kunjang.

Untuk menangani tambang ilegal ini, pihaknya membuat tim satuan tugas illegal mining. Surat keputusan (SK) pembentukan tim satuan tugas (satgas) illegal mining telah rampung. 

Menurut Endang, tim ini mendesak dibentuk. Apalagi, beberapa beberapa bulan ini, dia menerima informasi ada truk pengangkut batu bara melintas di jalan umum, namun dibiarkan lolos saja. Pihak kepolisian sama sekali tidak mengambil tindakan. “Ini kan aneh, truknya besar yang memiliki kapasitas 6-8 ton aman melintas. Padahal, aturannya jelas, truk batu bara dan sawit tidak boleh menggunakan jalan umum,” ungkap dia.

Dia melanjutkan, laporan masyarakat itulah yang menjadi dasar pembahasan pembentukan tim satgas. Dengan begitu, tindakan dapat diberikan agar dampak dari kegiatan tersebut tidak melebar ke mana-mana. 

“Kami akan melibatkan semua instansi untuk menangani masalah tambang ilegal ini," jelasnya.

Mantan kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda itu menegaskan, timnya sudah mulai bekerja, informasinya masih dirahasiakan karena takut ada kebocoran. “Yang jelas saat ini kami terus turun ke lapangan memonitor," pungkas dia. 

[Mao Iskandar]


Artikel Terkait