Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, mengajak warga Kalimantan Timur (Kaltim) senantiasa optimis dengan memantapkan resolusi seiring dengan pergantian tahun baru Islam 1440 Hijriyah.

Kaltimtoday.co -  Pembina Pondok Pesantren Hidayatullah, KH Naspi Arsyad, mengajak warga Kalimantan Timur (Kaltim) senantiasa optimis dengan memantapkan resolusi seiring dengan pergantian tahun baru Islam 1440 Hijriyah.

Resolusi optimisme yang diiringi dengan muhasabah (evaluasi) tersebut tidak saja dari aspek duniawi. Namun, terangnya, juga memantapkan usaha untuk terus meningkatkan kualitas iman dan takwa kepada Allah SWT.  

"Momen Muharram adalah momen introspeksi diri untuk menuju level iman yg lebih baik," katanya saat memenuhi undangan warga Perum Panji-Manggar, Teritip, Balikpapan, untuk memberi taushiah Muharram, baru baru ini.

Naspi lantas mengajukan pertanyaan kepada jamaah, apa persamaan antara hijrah para sahabat Nabi terdahulu dengan hijrah para publik figur terutama dari kalangan artis dewasa ini?

Diantaranya, dia menyebutkan, adalah kesadaran bahwa iman yg dimiliki harus mendapatkan ruang yang lebih lapang dan proporsional untuk diekspresikan secara layak dan maksimal.

Penggagas berdirinya Pesantren Mahasiswa Dai (Pesmadai) ini menambahkan, Islam telah mengajarkan umatnya untuk selalu optimis, bersemangat dan bebesar jiwa dalam setiap situasi dan kondisi betapun beratnya. Termasuk tidak berputus asa dalam melakukan perbaikin diri secara terus menerus. Sebesar apapun kesalahan dan dosa kita, jangan pernah menyerah untuk bertobat.

"Mari menjemput rahmat Allah," kata bakal calon anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) seraya menukil QS. Az Zumar: 53-54 yang artinya:

"Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah swt. Sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’alamengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

[Artikel ini kiriman dari Ainuddin Chalik. Seluruh isinya menjadi tanggungjawab pengirim tulisan]


Artikel Terkait