Kaltimtoday.co - Pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi berjanji tidak akan melakukan politik uang pada Pilgub Kaltim 2018. Apalagi, politik uang sangat jelas dilarang oleh undang-undang. 

"Jelas saya tidak akan melakukan politik uang," kata Isran Noor, Selasa 26 Juni 2018. 

Isran menyatakan, bagi pihak yang menangkap pelaku money politic maka akan dia ganti dengan kelipatan 100. Termasuk jika ada pelaku yang mengatasnamakan diri tim sukses maupun relawan paslon nomor 3.

“Tangkap, tindak, dan serahkan kepada yang berwajib. Saya akan ganti 100 kali lipat,” tegas Isran. 

Seperti diketahui, salah satu kekhawatiran dalam Pilgub Kaltim 2018 adalah semakin maraknya politik uang. Padahal sanksi pidana terhadap pelaku politik uang tidak saja dikenakan kepada pemberi tetapi juga dikenakan kepada pemilih sebagai penerima dengan ancaman pidana yang sama. 

Ancaman pidana dalam Undang-Undang No 10 tahun 2016 Pasal 187 A pelaku dijatuhi pidana secara kumulatif yaitu pidana penjara yang ditambah juga dengan pidana denda. Pelaku dikenakan pidana kurungan badan paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan. Adapun dendanya denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

[Zakaria Darmanto]


Artikel Terkait