Kaltimtoday.co – Debat publik yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sudah digelar, Rabu (25/4/2018) lalu. Mayoritas warga Kaltim sudah melihat visi misi dan program yang ditawarkan tiap pasangan calon (paslon). Meski belum semuanya.

Paslon Rusmadi-Safaruddin dinilai pengamat politik unggul dalam debat itu karena menguasai data, namun penilaian publik setelah debat berkata lain. Isran-Hadi justru unggul dalam jajak pendapat yang digelar pollingnasional.com. Salah satu website jajak pendapat warga yang jadi rujukan media-media lokal maupun nasional untuk melihat persepsi netizen itu menempatkan Isran-Hadi sebagai jawara.

Hingga H-3 jelang penutupan polling pada 1 Mei 2018 pukul 23.00 WIB, Isran Hadi kokoh dipuncak polling. Isran-Hadi mampu meraih dukungan hingga 31,87 persen atau mengantongi 1.481 vote dari netizen. Peringkat dua diraih pasangan Andi Sofyan-Rizal Effendi. Duet politikus yang diusung Golkar dan Nasdem ini meraih dukungan sebesar 26,81 persen atau 1.246 vote. Adapun urutan ketiga dan keempat diduduki Rusmadi-Safaruddin dan Jaang-Awang Ferdian. Masing-masing paslon ini meraih dukungan sebesar 22,98 persen atau 1.068 vote dan 18,33 persen atau 852 vote. 

Keunggulan duet Isran-Hadi yang diusung koalisi nasional PKS, Gerindra, dan PAN ini bukan tanpa sebab. Penampilan Isran Noor yang tampil apa adanya dan tidak mengumbar janji asal terpilih dinilai netizen sebagai gaya baru yang tidak umum. Bahkan hal itu dianggap sebagai jawaban atas kekecewaan warga Kaltim selama ini yang tiap momen pilkada hanya diberikan janji-janji oleh politikus, namun urung ditepati.

“Gaya yang lugas, program yang jelas, dan kemampuan membagi peran antara Pak Isran dan Pak Hadi tentu saja membuat calon yang kami usung bisa unggul,” sebut Wakil Ketua Tim Pemenangan Isran-Hadi, Sarwono. 

Meski begitu, Sarwono tidak ingin jemawa dengan hasil polling tersebut. Pasalnya debat publik dan kampanye masih berlangsung dua bulan ke depan. Apalagi polling tersebut menurutnya masih bia berubah sewaktu-waktu hingga penutupan pada 1 Mei mendatang. 

“Kami akan tetap mengevaluasi hasil debat publik kemarin. Akan ada perbaikan seperlunya. Terlebih kekurangan-kekurangan yang telah kami catat, akan kami perbaiki di debat selanjutnya,” ucap anggota DPRD Samarinda itu.

Salah satu yang menarik dari debat yang disampaikan Isran adalah keinginannya agar putra daerah menjadi tuan di rumahnya sendiri. Memiliki keterampilan dan kemampuan yang kemadai. Sehingga tidak jadi penonton. 

“Saat ini putra daerah masih banyak hanya menjadi penonton, karena kemampuan dan keterampilan yang belum memadai, ini yang akan kami ubah jika kami memimpin. Putra Daerah harus jadi tuan di rumahnya sendiri,” tegas mantan bupati Kutai Timur yang kemudian disambut riuh tepuk tangan. 

[Mao Iskandar]


Artikel Terkait