Kaltimtoday.co, Balikpapan - Tumpahan minyak di laut Teluk Balikpapan yang menimbulkan kebakaran besar, memasuki hari ketiga. Pantai-pantai di Balikpapan tercemar akibat tumpahan minyak tersebut.

Minyak hitam berbau menyengat seperti minyak tanah memenuhi pantai di Balikpapan bahkan radius 7 kilometer hingga Kawasan Stall Kuda Balikpapan Selatan dari kawasan Kampung Baru Balikpapan Barat tempat pertama ditemukan.

Tumpahan minyak diketahui pukul 02.00 wita pada Sabtu dinihari oleh pihak Pertamina menerima informasi sekitar pukul 02.30 wita. Dari hasil pemeriksaan laboratorium Pertamina tumpahan minyak ini mendekati bahan bakar kapal (Marine Fueld Oil).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Balikpapan Suseno mengatakan, pihaknya tidak memiliki teknologi menangani tumpahan minyak tersebut di laut.

"Hanya Pertamina yang punya. Kami dalam kejadian ini ada dua penanganan yakni tumpahan minyak dan pencarian korban hilang tiga orang," ujar Suseno di posko pencarian orang hilang Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Minggu (1/4/2018) seperti dikutip dari okeone.com.

Menurut Suseno, dari penyisiran pencemaran tumpahan minyak yang masih cukup pekat ditemukan hingga belakang Bandara SAMS Balikpapan Sepinggan. 

"Jarak dari lokasi penemuan pertama tumpahan minyak itu ada sekitar 6-7 km belakang bandara, " ungkapnya.

Dari pantauan di kawasan Pantai Melawai, Balikpapan minyak hitam juga terlihat jelas karena kondisi air laut keadaan surut. Penanganan melibatkan pihak terkait seperti Pertamina, KSOP, TNI Polri, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pihak terkait. Sementara untuk pencarian melibatkan pihak Basarnas, Pol Airrud, Pelindo dan TNI AL.

"Kita sisir daerah Nenang (PPU) ada laporan dari keluarga perahu korban ditemukan di sana," tambahnya.

Dalam pencarian dilakukan dimasing-masing radius 3 kilometer dari titik kebakaran besar di tengah laut. "Biar efektif kita berbagi pencarian dengan Basarnas," katanya. 

Sementara bau menyengat tercium sepanjang pantai yang tercemar. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Balikpapan Suryanto menyebutkan bau menyengat karena terbawa angin laut ke darat.

Menurutnya proses penguraian masih dilakukan untuk mengurangi pencemaran air laut. " Mudah-mudahan bisa berkurang," tegasnya.

Di samping itu, stakeholder juga melakukan pertemuan membahas penanggulangan bersama tumpahan minyak yang mencemari Pantai Balikpapan. Pertemuan diikuti bersama Polda Kaltim, DLH Provinsi, KSOP Balikpapan, Gakum KLHK, Pertamina menggelar pertemuan tertutup membahas kasus tumpahan minyak yang menimbulkan kebakaran besar, di Hotel Blue Sky, Balikpapan.

Rombongan juga melakukan peninjauan ke lapangan seperti perairan di kawasan kilang Pertamina Balikpapan dan teluk Balikpapan.

"DLH lebih ke koordinasi penanganan kebersihan teluk Balikpapan dari tumpahan minyak. Diminta KSOP sebagai koordinatornya dan besok akan ada rakor di KSOP dengan mengundang beberapa perusahaan untuk gotong royong membersihkan teluk. Selain itu terus dilakukan pengumpulan data dam informasi untuk investigasi lebih lanjut khususnya sumber pencemaran," tukasnya.

[Yusuf | Okezone.com]


Artikel Terkait