Kaltimtoday.co - Kaltim memiliki banyak perpustakaan. Jumlahnya sekira 3.200 unit. Namun, kondisinya belum ideal. Belum memenuhi standar, belum lagi koleksi bukunya masih sangat terbatas. Tidak heran jika minat baca masyarakat masih rendah.

Hasil kajian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPKD) Kaltim menunjukan, masyarakat di Kaltim saat ini hanya membaca 2­­–3 jam per hari, bahkan tak sampai dua jam. Padahal, United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO), organisasi keilmuan dan kebudayaan PBB menetapkan angka ideal yakni enam jam perhari. Meski begitu, dari tahun ke tahun, minat baca di Kaltim sudah mengalami peningkatan. 

Demi terus mendorong minat baca di seluruh penjuru Indonesia salah satunya Kaltim, Perpustakaan Nasional menggelar Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca (SGNPKM) di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Samarinda, Selasa (19/3/2019). 

Dalam kesempatan ini, Anggota DPR RI Komisi X Hetifa Sjaifudian mengapresiasi, kegiatan yang dilakukan oleh Perpustakaan Nasional RI yang telah memprogramkan kegiatan SGNPKM di ibu kota Kaltim. Jika merujuk hasil survei beberapa badan dunia, minat baca masyarakat Indonesia masih sangat renda dibanfing negara-negara lain. Sehingga perlu ada upaya ekstra untuk menumbuhkan minat baca masyarakat. 

“Bercermin dari hasil survei itu semestinya  upaya untuk menumbuhkan minat baca harus terus digalakkan, dan saya mendukung upaya Perpustakaan Nasional yang turun ke daerah-daerah,” ujar Hetifah ditemui usai dialog SGNPKM bersama guru dan pustakawan se-Samarinda.

Hetifah berharap, ada peningkatan minat baca dari tahun ke tahun di masyarakat. Untuk itu, perlu ada dorongan stimulan dari pemerintah ke perpustakaan di tingkat provinsi mapun kabupaten/kota. 

Mulai bantuan revitalisasi perpustakaan agar nyaman digunakan berlama-lama untuk membaca, jumlah koleksi buku, hingga pelatihan dan penambahan jumlah pustakawan. 

“Saat ini partisipasi dari publik sudah sangat besar, budaya literasi menjamur, tinggal dukungan pemerintah dan DPR,” tambah dia. 

Meski begitu, Politisi Golkar itu menyebutkan, masih ada pekerjaan rumah yang mesti diperhatikan, terutama kelayakan perpustakaan di sekolah maupun di perguruan tinggi di Kaltim. Saat ini masih banyak perpustakaan yang belum memenui standar baik dari sisi bangunan, maupun koleksi buku. 

"Saya ingin pastikan masyarakat dari perkotaan hingga pelosok di Kaltim punya minat membaca yang baik. Dimulai dari perpustakaan yang representatif,” pungkasnya. 

Hadir dalam acara SGNPKM, Sekretaris Perpustakaan Nasional Sri Sumekar menyebutkan, tahun ini, Perpustakaan Nasional mengucurkan bantuan dalam bentuk Dana Alokasi Khusus. Diperuntukan untuk menambah koleksi buku, pengadaan komputer, pelatihan pustakawan, dan revitalisasi perpustakan di 4 kabupaten. Harapannya, akan bisa ditingkatkan pada tahun berikutnya. 

"Perpustakaan bukan lagi hal tabu, sekarang harus bisa menjangkau semua. Karena berkat pengetahuan masyarakat mampu mengentaskan kemiskinan,” tuturnya.

[TOS]