Kaltimtoday.co - Sejumlah tokoh masyarakat yang menamakan diri mereka Kaltim Inisiatif Forum (KIF) kompak menolak pembangunan Masjid Al Faroek di Lapangan Sepak Bola Kinibalu, tepat di samping kantor Gubernur Kaltim.

Penolakan itu didasari atas aspirasi masyarakat Kampung Jawa yang selama ini menggunakan lapangan itu sebagai wadah menyalurkan hobi mereka bermain bola. Selain itu, ada hal lebih penting dari sekadar menjaga ruang terbuka hijau tersebut tetap dipertahankan, yakni nilai sejarah lapangan itu sendiri.

Lapangan Kinibalu di Jalan Gunung Kinabalu, itu sendiri punya nilai sejarahyang tak bisa diabaikan. Dari lapangan itu lahir pesepak bola nasional seperti Aji Ridwan Mas yang pernah memperkuat timnas Indonesia. Selain itu, lapangan bersejarah ini juga jadi tempat pembakaran harta kesultanan oleh PKI.

“Kami bukan menolak pembangunan masjidnya tapi menolak kalau lokasinya di Lapangan Kinibalu karena banyak kenangan di sana. Biarlah lapangan itu jaditempat barmain dan lahan terbuka hijau,” tegas Saparudin, S.Sos selaku juru bicara yang juga Sekretaris KIF.

Ketika menggelar temu media tadi siang di Kantor Berita Antara bersama awak media Samarinda dan Kaltim, Saparudin tak sendiri. Dia ditemani Ketua KIF Fachrudin Japrie dan anggota lainnya seperti Saefudin DJ dan Charles Siahaan. Tokoh KIF lainnya Ketua MUI Samarinda KH Zaini Naim namun sayang berhalangan hadir saat digelar konfrensi pers. “Kami minta pak gubenur mendengarkan suara masyarakat sekitar,” kata Saparudin. (Slamet)


Artikel Terkait