Kaltimtoday.co - Sekira satu bulan diserahkan akhirnya hasil uji kultur 6 pasien difteri di Samarinda dari Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya keluar. Hasilnya, enam pasien tersebut negatif difteri. Meski begitu, status kejadian luar biasa (KLB) difteri di Samarinda belum akan dicabut. 

Kepala Seksi Surveilance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Diskes) Samarinda Osa Rafshodia mengatakan, hasil uji kultur negatif itu tidak lantas menganulir status KLB difteri di Kota Tepian yangsudah ditetapkan sejak 15 Januari 2018 lalu. Pasalnya, sesuai arahan dari Kementerian Kesehatan status KLB difteri ditetapkan apabila ada satu pasien suspect difteri. 

"KLB juga hanyalah status. Ada atau tidaknya KLB, sepanjang ada warga yang menjadi suspect difteri, pemberian vaksin anti difteri melalui ORI tetap dilakukan," tegas drg Osa. 

Status KLB, lanjut dia, baru akan dicabut jika situasi di masyarakat sudah benar aman, tenang, dan terkendali. Yang tidak kalah penting tidak ada trauma terkait kasus difteri yang sudah pernah terjadi.

Dia turut menyayangkan adanya informasi warga yang menolak kontak fisik dengan pasien difteri yang sudah sembuh dan sudah kembali di tempat asalnya. Sebab, sepanjang sudah dinyatakan sembuh, pasien difteri itu sudah tak berpotensi lagi menyebarkan wabah difteri. Kepastian ini juga sudah melalui penelitian ilimiah yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Kalau sudah dinyatakan sembuh, 100 persen tidak akan menularkan. Kami jamin 100 persen tidak akan menularkan," tambahnya.

 

[Mao Iskandar]


Artikel Terkait