Kaltimtoday.co - Pemkot Samarinda mulai serius menangani banjir di Jalan DI Panjaitan. Akses vital menuju Bandara APT Pranoto ini ketika hujan, kerap menjadi momok karena menimbulkan kemacetan panjang. Penanganan banjir diseriusi karena  mulai pekan depan sudah mulai melayani penerbangan antara pulau yang bakal berimbas pada padatnya lalu lintas jalan tersebut.

Tak ingin terus malu karena banjir yang tak kunjung teratasi di akses menuju Bontang dan Kutim itu, Pemkot Samarinda dikabarkan akan melakukan normalisasi saluran drainse baik dengan cara pengerukan ataupun dengan pelebaran.

Diungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Samarinda Asli Nuryadin, Jalan DI Panjaitan menjadi salah satu pusat perhatian Pemkot Samarinda dalam hal penanganan banjir. Pusat perhatian yang lain ada di kawasan Persimpangan Sempaja, Kecamatan Samarinda Utara. Kedua kawasan tersebut akan digarap lebih serius tahun depan.

"Sebenarnya untuk Jalan DI Panjaitan itu sudah mulai digarap di anggaran perubahan APBD 2018 ini. Ini mereka sedang berjalan. Untuk drainase, ada yang dilebarkan 3 sampai 4 meter pada sisi kiri dan kanannya. Pelebaran itu akan dilakuakan sepanjang satu kilometer," tutur Asli.

Sayang, Asli tak bisa menyebut berapa angka yang akan disedot dari APBD Samarinda untuk menanggulangi banjir di dua kawasan tersebut. Namun secara umum dia menggambarkan Pemkot Samarinda akan menyediakan anggaran sebesar Rp 340 miliar untuk seluruh paket pekerjaan di 2019. "Saya tidak hapal rinciannya, yang jelas itu sudah total semuanya. Di dalamnya sudah ada penanganan banjir, juga jalan rusak seperti semenisasi," katanya.

Sebenarnya Pemprov Kaltim pun saat ini sedang menyiapkan akses alternatif menuju Bandara APT Pranoto. Ada Jalan Batu Besaung berjarak sektiar 10,4 kilometer dengan dana yang disiapkan sekitar Rp 400 miliar. Akses kedua ada di Gunung Lingai yang tak lama lagi bisa diakses karena masih memerlukan beberapa perbaikan. "Kami juga akan minta dua Bus Damri siap di Persimpangan Alaya jika banjir tinggi sebagai antisipasi untuk mengangkut penumpang jika rute bandara sudah dibuka semua," sambung Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong.

[TKW]


Artikel Terkait