MEGA ASRI/KALTIMTODAY.CO

SERIUS DENGAR CERAMAH: Para warga binaan dengan serius menyimak ceramah Ustaz Das'ad Latif dari Makassar di Lapas Kelas III Bontang.

Kaltimtoday.co, Bontang - Dari jumlah warga binaan Lapas Kelas III Bontang sebanyak 1.109, mereka yang muslim diberi pembinaan berupa siraman rohani. Menariknya, pembinaan keagamaan ini dikemas dalam bentuk Tabligh Akbar dengan memanggil dai kondang yang berasal dari Makassar.

Dengan mengangkat tema "Hijrah itu Keren" para warga binaan diajak berhijrah dengan cara yang unik. Ceramah yang menyentuh hati, dengan gaya bahasa yang mudah dipahami, tentu menjadi ciri khas Ustaz Das'ad Latif yang sudah dikenal banyak orang.

Sebelum memberikan tausiah nya, acara dimulai dengan solawatan oleh warga binaan. Dilanjutkan dengan sambutan dari Kalapas Kelas III Bontang, Heru Yuswanto. Dikatakan Heru, semoga dengan memperbanyak solawat semua diberikan limpahan kasih sayang oleh Rosulullah SAW. Heru mengucapkan terima kasih banyak kepada Ustaz Das'ad Latif yang hadir pada acara yang diselenggarakan Lapas Bontang.

"Semoga apa yang disampaikan dari tausiahnya bisa bermanfaat bagi kami umat Islam," jelas Kalapas Bontang, Selasa (9/7).

Sebagai umat Islam sudah sewajarnya mempelajari atau memahami makna hijrah. Hijrah yang dimaksud tak semudah dengan pengucapannya. Tetapi, lanjut Heru, sebuah pengakuan seorang hamba Allah yang mengakui pengakuan dosa. 

"Hijrah itu bagaimana niatnya, hamba Allah yang menginginkan ampunan dan berharap Allah menerima taubatnya," ujarnya.

Tema Tabligh Akbar kali ini, yakni "Hijrah itu Keren" semoga Ustaz Das'ad Latif bisa menyampaikan niat baik pihak Lapas terhadap warga binaan bahwa hijrah itu keren. Selain itu, Heru juga mengucapkan terima kasih kepada para panitia penyelenggara acara Tabligh Akbar. Menurutnya, Tabligh Akbar ini merupakan satu program pembinaan spiritual bagi para warga binaan.

"Ini hadiah bagi warga binaan, karena mereka juga butuh hiburan dengan mendengar tausiah atau hal-hal yang positif," ungkapnya.

Sementara itu, saat Ustaz Das'ad Latif mulai memberikan tausiahnya, beberapa kalimat mengundang gelak tawa warga binaan. Warga binaan sangat antusias menyimak setiap kata yang keluar dari mulut ustaz kondang itu.

Kata Ustaz Das'ad, para warga binaan yang masuk penjara belum tentu hina. Karena ada juga nabi yang masuk penjara lantaran difitnah yakni Nabi Yusuf AS. Tetapi saat dipenjara, Nabi Yusuf AS tak pernah protes atau marah kepada Allah.

"Beliau justru berdoa di dalam penjara. Jika dalam penjara ini membuat Allah cinta padaku, maka aku ikhlas, dari pada aku di luar penjara, sedang Allah tidak sayang kepadaku," kata Ustaz yang kental dengan logat bugis pinrang.

Oleh karena itu, warga binaan jangan mencari celah untuk kabur dari penjara. Tapi jadikan penjara sebagai tempat bertaubat, tempat untuk berubah, dan menjemput hidayah-Nya. 

Sejarah terdahulu pun, Soekarno dipenjara hingga melahirkan konsep Indonesia yakni Pancasila, Buya Hamka juga sempat dipenjara hingga melahirkan bukunya yang mendunia. Penjara ini, lanjut ustaz, menjadi tempat parkir bagi warga binaan, agar berubah dan bisa kembali kepada-Nya dalam keadaan iman dan Islam. 

Yang bisa menjadikan hina ketika kalian berada di penjara yakni kalian masih menjual narkoba, belum melaksanakan salat lima waktu, bahkan belum bertaubat.

"Makanya perbaiki salatmu, saat orang tua datang menjenguk minta maaflah pada mereka," ajak Ustaz Das'ad.

Dia kembali mengatakan yang hina ketika orang sudah dipenjara tetapi tidak ada perubahan, maka itu bodoh namanya. Seharusnya ketika masuk penjara tak bisa mengaji, dipenjara belajar mengaji sampai lancar, nah pas keluar sudah bisa mengaji. Salat lima waktu lebih rajin, maka warga binaan mendapat kekayaan terbesar yakni hidayah.

"Allah hanya ingin melihat kamu sabar, karena tak mudah bagi Allah mengeluarkan kamu dari penjara," ujarnya.

"Jalan terbaiknya yakni sabar, perbanyak kalimat Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un, insyaAllah tenang, tetap berbaik sangkalah pada Allah SWT," pungkasnya.

[RI | TOS]