Kaltimtoday.co - Meski sudah dua kali diperpanjang, vaksin rubella (MR) tetap belum mencapai target di Kaltim. Hingga Oktober, Dinas Kesehatan Kaltim melaporkan progres Vaksin MR baru menyentuh 83,81 persen. Kabar baiknya, Samarinda, Kutai Barat dan Mahakam Hulu (Mahulu) sudah melebihi target 95 persen. Ketiga kabupaten kota tersebut pun mendapat penghargaan dari Kementerian Kesehatan.

Diakui Kepala Dinkes Kaltim Rini Retno Sukesi baru Samarinda, Kubar dan Mahulu yang mencapai target bahkan melebihi 95 persen. Sementara sisanya, masih di bawah 95 persen bahkan khusus untuk Bontang, menjadi kota yang paling rendah capaiannya dengan nilai 61 persen. Padahal Bontang termasuk kota dan akses untuk masyarakat cukup mudah.

"Total keseluruhan kita baru 83,81 persen. Kalau Mahulu dan Kubar dari awal memang tidak ada masalah, tapi Samarinda yang sempat ditolak kini sudah melampui target. Yang kita heran juga di Bontang ini padahal termasuk kota yang aksesnya mudah," tutur Rini.

Selain itu juga ada Penajam Paser Utara, Berau, Kukar dan Balikpapan yang progres Vaksin MR-nya masih di bawah 80 persen. Khusus di Balikpapan, penolakan terharap vaksi ini masih ada padahal Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fakta boleh karena bersifat darurat dan belum ada obat lain. "Kendala kami ya masih saja ada yang menyoal kehalalan vaksi ini," katanya.

Karena belum tercapainya target Vaksin MR hingga 95 persen ini, Kemenkes pun mengeluarkan edaran memperpanjang waku pelaksanaan vaksin hingga akhir tahun ini. Bahkan untuk mempermudah masyarakat khususnya di Samarinda, Dinkes Kaltim akan membuka layanan vaksin gratis di halaman kantor gubernur Kaltim, Minggu (11/11) mendatang.

"Kami juga minta dukungan lagi setiap kepala daerah untuk mengajak warganya memvaksin anak anak mereka. Kita sudah lakukan evaluasi dan sosialisasi lagi peningkatan keterampilan petugas di lapangan agar program ini berhasil. Selain itu, saya juga mengajak masyarakat aktif mengajak tetangganya yang mungkin ada anaknya belum vaksin agar mengingatkan mereka supaya vaksin demi anak cucu kita nantinya," pungkasnya.

[TWI]


Artikel Terkait