Kaltimtoday.co, Samarinda - DPRD Samarinda telah menetapkan 25 Juli 2019 akan dilakukan paripurna pemilihan wakil wali kota. Dua partai pengusung juga bergerak membantu calonnya untuk mendapatkan jabatan tersebut.

Ketua DPC Partai Demokrat Viktor Yuan menyatakan, semua kader telah membantu Barkati yang diusungnya sebagai wakil wali kota untuk mendampingi Syaharie Jaang.

"Seluruh kader partai telah membantu komunikasi dengan partai-partai lain, termasuk juga Pak Barkati sendiri dia lebih banyak berkomunikasi dengan partai lain," katanya pada Kaltimtoday.co, Sabtu (13/7/2019).

Viktor memaparkarkan telah menjalin komunikasi dengan lima partai, mulai Nasdem, PDIP, Hanura, PAN, Gerindra. 

Khusus Gerindra, Viktor menyatakan yang berkomunikasi langsung adalah Barkati.

"Barkati komunikasi langsung dengan Gerindra," tegasnya.

Viktor Yuan optimistis, calon yang telah diusung Partai Demokrat dapat menang dan duduk di kursi wawali menemani Syaharie Jaang menyelesaikan masa jabatannya.

"Kami yakin suara sebanyak 70 persen ada pada Pak Barkati," jawabnya yakin.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Dimyati Mustofa mengatakan, telah melakukan komunikasi awal dengan beberapa partai. Akan tetapi, dirinya tidak mau menyebutkan partai mana saja yang telah diajak konsilidasi.

Tidak hanya itu, ketua DPD PKS itu juga menyatakan jika komunikasi untuk memenangkan calon yang diusung yaitu Arif Kurniawan telah dilakukan pendekatan individual.

"Ya pasti ada komunikasi tapi hanya sebatas komunikasi awal saja. Kami lebih banyak melakukan komunikasi individual," jelasnya.

Dimyati sendiri tidak mau mengatakan nama atau partai yang telah dipegang untuk memenangkan Arif Kurniawan menjadi wakil wali kota. Akan tetapi dia meyakini bahwa calon mereka akan menang.

"Kami yakin Pak Arif dapat duduk dan melanjutkan amanah yang diberikan oleh almarhum Nusyirwan. Tapi untuk masalah pendukung, saya enggakgak mau takabur. Biarkan kami bekerja dalam diam," pungkasnya.

Untuk diketahui komposisi DPRD Samarinda periode 2014-2019 sebanyak 45 anggota. Terdiri dari  Partai Golkar sebanyak 9 orang, PDIP 8 orang, Demokrat 6 orang, Gerindra 5 orang, Nasdem 4 orang, PKS 3 orang, PAN 3 orang, PPP 4 orang, dan Hanura 3 orang.

[RZA | TOS]