Kaltimtoday.co - Pembelian mobil mewah Toyota Harier untuk ketua DPRD Bontang menuai sorotan publik di Kota Taman. Salah satunya, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Bontang. Pembelian mobil dinas itu dianggap suatu pemborosan anggaran daerah karena kepentingan mobil mewah dewan tak mendesak dan bahkan tidak dibutuhkan.

“Kami protes keras atas pembelian tersebut. Publik kecewa dengan kepemimpinannya,” protes Kepala Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Bontang Muhammad Arisaldi Ahdar seperti dikutip media ini dari klikbontang.com

Mahasiswa yang akrab disapa Saldi itu mengatakan pihaknya bersama elemen mahasiswa bakal menggelar aksi unjuk rasa mengkritik keputusan ketua DPRD Bontang yang membeli mobil dinas baru. Menurutnya, alokasi anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk mobil dinasnya tak mempertimbangkan asas manfaat.

Pasalnya, mobil yang saat ini digunakan dengan brand yang sama dianggap masih baik. Mobil tersebut pun dinilai telah sesuai untuk operasional Ketua DPRD saat ini. Dirinya menilai seharusnya mobil truk pengangkut sampah lebih layak untuk diremajakan.

“Mobil truk sampah itu yang harusnya diperbaharui. Usia pun lebih tua dan kondisinya keropos padahal manfaatnya sangat dibutuhkan masyarakat,” ucapnya. 

Seperti diketahui, sebelumnya, belanja mobil baru merek Toyota Harierr untuk ketua DPRD Bontang akhirnya terwujud. Lelang mobil mewah senilai Rp 1,5 miliar itu telah ditetapkan pemenangnya. Dari laman Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bontang, CV Masyhida dinyatakan sebagai pemenang pengadaan mobil ini

Hal itu pun dibenarkan, Kepala Bagian Unit Lelang dan Pengadaan (ULP) Kota Bontang Amiruddin Syam. Amiruddin mengatakan, lelang untuk mobil dinas ini menggunakan skema lelang cepat. Proses lelangnya cukup memakan waktu satu pekan saja.

“Iya sudah ada pemenangnya. Menggunakan lelang cepat, jadi minggu lalu dilelang sudah ada pemenangnya sekarang,” kata Amir kepada media. 

Dijelaskannya, sejak dibuka pada pekan lalu sebanyak 8 peserta mengikuti tender proyek ini. Masing-masing diantaranya, CV Masyhida, Sanfranco Anugrah Mahkota, CV Bersaudara, CV Srikandi Bahkti Prima, CV Ada Nada, CV Tamaro Nusantara, CV Padi Mas, dan PT Bromo Pharindo.

Dikutip dari laman LPSE Kota Bontang, dari total peserta tercatat hanya tiga perusahaan yang mencamtumkan harga penawaran tender ini. Secara berurut, CV Masyhida menawar dengan harga Rp 1,490 miliar, kemudian CV  Sanfranco Anugrah Mahkota menawar harga Rp 1,490.200.000 dan CV Bersaudara dengan harga penawaran Rp 1,491.500.000. 

“Sesuai sistem maka pemenangnya sesuai dengan harga penawaran terendah,” kata Amir.

Amir menambahkan, tahapan selanjutnya proses pembuktian berkas. Pemenang saat ini (CV Masyhida) diundang oleh panitia untuk pembuktian dan kelengkapan syarat lelang ini.

Dia menargetkan, mobil sudah dapat digunakan minimal April mendatang. Sesuai kontrak pengadaan mobil ini bakal diterima lengkap dengan seluruh dokumen kendaraan. 

“Kalau enggak salah itu sudah lengkap semuanya. Jadi tinggal pakai saja,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Sekretariat DPRD Bontang mengalokasikan anggaran untuk belanja mobil dinas ketua dewan senilai Rp 1,5 miliar. Mobil dengan merk Toyota Harier model terbaru tersebut bakal menggantikan mobil dinas dewan yang baru digunakan selama 5 tahun.

Plt Sekretaris Dewan, Sabriansyah mengatakan usulan pembelian mobil tersebut dari pejabat yang bersangkutan. Alasan pembelian karena mobil dinas saat ini, merek Toyota Harier juga dianggap tak representatif dengan unsur pimpinan. Selain itu, ke depan mobil dinas ini bakal digunakan untuk mengangkut tamu-tamu dewan.

[Mao Iskandar]


Artikel Terkait