Oleh: Febrianus felis

Dunia Maya hari ini menjadi sarana yang sangat efektif digunakan oleh kelompok radikal untuk menyebarkan konten radikalisme dan terorisme. Tendensi anak muda hari ini yang umumnya generasi milineal, seluruh aktivitasnya berhubungan dengan internet. Menurut laporan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, untuk posisi pertama sebanyak 49,52 persen pengguna internet di Indonesia adalah mereka yang berusia 19 hingga 34 tahun. Posisi kedua, sebanyak  29,55 persen pengguna internet Indonesia berusia 35 hingga 54 tahun. Posisi ketiga dengan porsi 16,68 persen yaitu remaja usia 13 hingga 18 tahun. Terakhir, orang tua di atas 54 tahun hanya 4,24 persen yang memanfaatkan internet.

Berdasarkan data tersebut di atas sehingga dapat ditarik sebuah konklusi bahwa anak muda hari ini sangat rentan dengan pengaruh radikalisme dan terorisme yang sedang dipropagandakan oleh kelompok radikal lewat media internet. Berdasarkan wilayah geografisnya, Kalimantan urutan ketiga setelah Jawa dan Sumatera yang banyak terpapar internet, yaitu 7,97 persen.

Mengingat hal tersebut di atas, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyelenggarakan pelatihan Duta Damai Dunia Maya di Hotel Gran Senyiur, Balikpapan, Kalimantan Timur, pada hari Senin, 23-26 Juli 2018. Duta Damai Dunia Maya merupakan program nasional Pusat Media Damai-BNPT dengan mengajak peran kawula muda penggiat dunia maya dalam menyebarkan informasi damai untuk menangkal radikalisme dan terorisme. BNPT telah membentuk Duta Damai Dunia Maya di 12 Provinsi termasuk Kalimantan Timur dengan jumlah keseluruhan yaitu 720 Duta Damai Dunia Maya.

Pelatihan Duta Damai Dunia Maya regional Kaltim diikuti 60 anak muda, yang sebagian besar adalah mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Kaltim, termasuk salah satunya yaitu Universitas Mulwarman, Samarinda dengan 20 peserta. Peserta yang lolos seleksi dan mengikuti kegiatan selama empat hari, dibagi menjadi tiga kelompok yaitu blogger, desain komunikasi visual, dan teknologi informasi. Dari pelatihan tersebut, 60 Duta Damai Dunia Maya menghasilkan beberapa tulisan dan video menolak radikalisme dan terorisme, serta lima website damai yaitu www.etam.dutadamai.id, www.lamin.dutadamai.id,www.pesutetam.dutadamai.id,www.mahakam.dutadamai.id, www.kawalan.dutadamai.id. 

Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius mengharapkan agar keberadaan Duta Damai Dunia Maya khususnya di Kaltim, bisa menginspirasi teman-teman seusianya, bukan saja dalam negeri tapi juga global untuk terus menyebarkan pesan damai dengan bahasa milenia dan dengan gaya anak muda di tengah masyarakat. Anak muda hari ini memliki keingintahuan tinggi, emosi masih labil, sehingga mudah dipengaruhi. Oleh karena itu, mereka butuh teman seusianya agar dapat pehamaman yang baik.

Pengukuhan 60 Duta Damai Dunia Maya Kaltim tahun 2018, dihadiri oleh Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, empat perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat yaitu Mr. Zhan Qiang (China),  Mr. Long Shen Cai (Singapura), Mr. Mostafa Nakhlaouimr (Maroko), Mr. Samir Taraf Hasim (Iran), Wakapolda Kaltim Brigjen Pol. Lukman Wahyu Hariyanto, dan Ambassador Duta Damai Dunia Maya, Kikan Namara.

Perwakilan Kedubes Maroko Mr. Mostafa Nakhlaouimr, mengatakan kegiatan Duta Damai Dunia Maya tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga sangat berguna bagi dunia dalam melawan terorisme. Mr. Long Shen Cai (Singapura) mengatakan ide pembentukan Duta Damai Dunia Maya untuk menyebarkan pesan positif dan damai di dunia maya ini sangat brilian. Karena untuk menghadapi terorisme, semua harus bersinergi, baik secara online maupun offline.

Harapan kami sebagai Duta Damai Dunia Maya Regional Kaltim, agar program tindak lanjut kami baik online maupun offline dalam menyebarkan konten positif, damai, anti radikalisme dan terorisme, mendapat dukungan dan peran serta dari semua stakeholder, agar apa yang menjadi tujuan terbentuknya Duta Damai Dunia Maya dapat tercapai, dengan begitu kita bersama menjaga keutuhan NKRI. Duta Damai Dunia Maya Kaltim, Damai itu Indonesia!

[Mao Iskandar | Press Release]


Artikel Terkait