Kukar

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin Investigasi Pemicu Banjir di Samboja

Kaltim Today
04 September 2021 20:23
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin Investigasi Pemicu Banjir di Samboja
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin saat melakukan investigasi pintu keluar masuknya air. (Istimewa).

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Banjir yang melanda tiga kelurahan di Kecamatan Samboja pada Jumat (3/8/2021) kemarin. Mendapat perhatian khusus dan terus disikapi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar).

Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin langsung turun tangan melakukan investigasi sejumlah akar persoalan yang disinyalir menjadi pemicu banjir pada Sabtu (4/9/2021).

Dalam investigasinya didampingi jajaran pimpinan Muspika Samboja dan mengitari sejumlah titik lokasi banjir serta jalur pengendalian banjir di kawasan tersebut. Semula lokasi banjir terparah ada di Kelurahan Sungai Seluang, Wonotirto dan Margomulyo.

Berdasarkan pantauan, banjir mulai berangsur surut dan mulai berdampak ke kelurahan lain yaitu Tanjung Harapan dan Kampung Dalam. Air diperkirakan terus bergerak ke sejumlah kawasan dengan posisi daratan yang lebih rendah.

Rendi pun meminta penjelasan langsung sejumlah pihak terkait alur pembuangan air. Ternyata, ditemukan bendungan dengan kondisi pintu air yang sudah tidak bisa beroperasi maksimal. Pintu air tempat keluar masuknya air telah mati sehingga aliran air yang mestinya menuju laut menjadi terhambat.

"Saya sengaja ingin melihat langsung akar persoalan yang menjadi pemicu banjir di kawasan tersebut. Supaya upaya yang dilakukan bisa tepat sasaran," kata orang nomor dua di Kukar ini.

Tak menunggu waktu lama, Rendi langsung mencari informasi terkait upaya perbaikan infrastruktur waduk. Informasi diperoleh jika perbaikan akan dilakukan melalui anggaran Bantuan Keuangan (Bankue) Provinsi. Dia meminta agar prosesnya bisa tepat waktu dan sesuai harapan.

"Saya meminta agar prosesnya segera dilakukan dengan cepat dan tepat waktu," pesannya.

Dalam pantauannya juga ditemukan penyempitan sungai di beberapa titik sehingga mengganggu pergerakan pembuangan air saat intensitas hujan sedang tinggi. Khususnya di areal konservasi sungai hitam yang terhambat.

Upaya penanggulangan darurat dan cepat, pihaknya langsung berkoordinasi dengan camat serta muspika lain untuk membuat dapur umum di beberapa lokasi yang masih terdampak banjir. Begitu juga posko utama di kantor PMI Samboja

Sejumlah OPD teknis seperti Dinas Sosial dan BPBD juga diminta berkolaborasi untuk melakukan percepatan distribusi bantuan.

"Alhamdulillah ada juga unsur swasta dari perusahaan yang beroperasi di Kukar juga memberikan sejumlah bantuan sesuai kebutuhan. Di antaranya dari Pertamina," ungkapnya.

Sementara Rendi menilai, persoalan banjir di Samboja juga perlu diselesaikan dari hulu hingga hilir. Termasuk bekas aktivitas eksploitasi batu bara serta pengupasan lain yang membuat kawasan Samboja kehilangan daerah serapan air.

"Program penghijauan harus kita dorong kedepan sebagai langkah perbaikan lingkungan.  Begitu juga perusahaan-perusahaan yang melakukan aktivitas pengupasan lahan agar bisa bertanggung jawab atas aktivitas tersebut," pungkasnya.

[SUP | NON | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya