Daerah

Aliansi Mahasiswa Unmul: Jangan Ganggu Hak Belajar dengan Intervensi Ormas

Claudius Vico Harijono — Kaltim Today 08 Oktober 2026 13:08
Aliansi Mahasiswa Unmul: Jangan Ganggu Hak Belajar dengan Intervensi Ormas
Aliansi Mahasiswa Unmul demo di depan Gedung Rektorat. (Vico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Aliansi Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) menyoroti dampak polemik pemilihan rektor (Pilrek) terhadap aktivitas akademik mahasiswa. Mereka menilai mahasiswa dirugikan ketika konflik yang terjadi di lingkungan kampus berujung pada terganggunya kegiatan perkuliahan dan praktikum.

Humas Aliansi Mahasiswa Unmul, Zaid Iman At-Tamam, mengatakan mahasiswa memiliki hak untuk mendapatkan ruang belajar yang aman dan bebas dari berbagai bentuk intervensi ormas berupa aksi protes yang melakukan penutupan gerbang menuju kampus.

Menurut dia, polemik yang terjadi sebelumnya bahkan berdampak pada aktivitas akademik mahasiswa. Sejumlah mahasiswa disebut terlambat mengikuti kelas maupun praktikum akibat kejadian tersebut.

“Teman-teman beberapa ada yang kemudian terlambat kelas, terlambat praktikum, dan itu sangat merugikan teman-teman mahasiswa hari ini. Karena hak kita di kampus adalah hak untuk belajar,” kata Zaid.

Ia menilai, terganggunya aktivitas akademik dapat membatasi kebebasan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan di lingkungan kampus.

“Ketika hak belajar itu dihalang-halangi, ruang kebebasan berakademik, ruang kebebasan kita di kampus, itu sama dengan kita dihalang-halangi,” ujarnya.

Zaid juga menyoroti dugaan adanya intervensi pihak eksternal dalam polemik yang terjadi di lingkungan Unmul. Aliansi Mahasiswa Unmul, kata dia, menolak segala bentuk intervensi eksternal yang dinilai tidak memiliki kaitan dengan kepentingan akademik kampus.

“Kami juga menolak bentuk intervensi eksternal yang kemudian tidak ada kaitannya dengan kampus hari ini, baik dalam bentuk organisasi masyarakat maupun bentuk-bentuk lain yang kami rasa tidak pantas untuk masuk dalam ruang-ruang akademik, terutama kampus,” katanya.

Atas persoalan tersebut, Aliansi Mahasiswa Unmul menyampaikan tiga tuntutan kepada pihak rektorat.
Pertama, mereka mendesak rektorat memberikan pernyataan resmi dalam waktu 1x24 jam terkait peristiwa yang terjadi pada Kamis sebelumnya.

Kedua, mahasiswa meminta transparansi terkait proses pemilihan rektor yang dinilai belum memberikan informasi secara terbuka kepada mahasiswa.

“Yang kedua kami minta transparansi terkait Pilrek yang kami rasa tidak ada transparansinya bagi teman-teman mahasiswa,” ujar Zaid.

Ketiga, mereka meminta rektorat menyatakan sikap menolak segala bentuk intervensi eksternal terhadap sivitas akademika dan lingkungan kampus.

“Kami meminta juga pihak rektorat memberikan pernyataan bahwa mereka juga menolak intervensi eksternal terhadap orang-orang kampus,” katanya.

Zaid menegaskan, tuntutan tersebut disampaikan sebagai bentuk upaya mahasiswa menjaga ruang akademik agar tetap menjadi tempat untuk belajar dan menjalankan aktivitas pendidikan tanpa gangguan maupun tekanan dari pihak luar.

[RWT] 



Berita Lainnya