DPRD KUKAR

Kebakaran Padat Penduduk di Kelurahan Melayu Sisakan Catatan DPRD soal Akses dan Infrastruktur Pemadaman

Supri Yadha — Kaltim Today 07 Oktober 2026 19:14
Kebakaran Padat Penduduk di Kelurahan Melayu Sisakan Catatan DPRD soal Akses dan Infrastruktur Pemadaman
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani saat mendatangi lokasi kebakaran di Kelurahan Melayu, Tenggarong. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong – Kebakaran yang melanda permukiman padat di Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, menjadi perhatian DPRD Kukar.

Selain menimbulkan kerugian bagi warga, peristiwa tersebut mengungkap pentingnya memastikan akses jalan dan infrastruktur pemadam kebakaran tersedia hingga ke kawasan permukiman.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, melihat langsung kondisi lokasi kebakaran, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, kejadian tersebut harus menjadi bahan evaluasi bersama, terutama dalam memastikan fasilitas umum dan fasilitas sosial dapat menjangkau seluruh kawasan permukiman.

“Ini tidak perlu lagi kami perdebatkan. Ini adalah bagian dari kelalaian bersama,” kata Yani.

Ia menyoroti belum tersedianya sejumlah infrastruktur pendukung pemadaman, seperti hidran kering. Menurutnya, persoalan tersebut tidak perlu diarahkan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menjadi catatan agar kebutuhan fasilitas pemadam kebakaran dapat dipenuhi.

“Tidak adanya fasilitas pemadam kebakaran tentu tidak mungkin kita salahkan siapa dan apa. Pada intinya, fasilitas itu memang tidak ada,” ungkapnya.

Karena itu, Yani meminta kondisi serupa tidak kembali terjadi. Infrastruktur pendukung pemadaman kebakaran harus disiapkan dan disiagakan, khususnya di kawasan dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi.

“Oleh karena itu, ke depan tidak boleh lagi ada kondisi seperti ini. Tidak ada alasan,” tegasnya.

Menurut Yani, ketersediaan infrastruktur pemadam kebakaran tidak boleh lagi menjadi celah ketika terjadi musibah. Fasilitas tersebut harus dipastikan tersedia dan dapat digunakan ketika dibutuhkan.

“Ke depan kami akan mengevaluasi semuanya dan memastikan fasilitas tersebut lengkap. Tidak boleh ada tempat, termasuk kawasan yang padat penduduk, yang tidak memiliki fasilitas memadai,” ungkapnya.

Ke depan, tidak boleh lengah dalam menyiapkan infrastruktur pencegahan dan penanganan kebakaran. Evaluasi diperlukan agar fasilitas pemadam dapat menjangkau seluruh permukiman.

“Ini menjadi bagian dari evaluasi kita semua supaya ke depan semuanya lebih baik. Kita berharap tidak ada lagi kejadian kebakaran seperti ini,” pungkasnya.

[RWT | ADV DPRD KUKAR]



Berita Lainnya