Nasional
Kejar Target Kapasitas Panas Bumi 5,2 GW di 2034, PLN Nilai Kolaborasi dengan Pertamina Sangat Krusial
Kaltimtoday.co - PT PLN (Persero) memasang target ambisius untuk mendongkrak kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) hingga mencapai 5,2 gigawatt (GW) pada tahun 2034 mendatang. Target strategis tersebut telah termuat secara resmi dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034.
Direktur Retail dan Niaga PT PLN (Persero), Fahrur Rozy, mengungkapkan bahwa kapasitas kumulatif panas bumi yang telah berhasil terpasang di Indonesia saat ini baru berada di angka 2,4 GW. Angka tersebut menunjukkan bahwa potensi pemanfaatan energi bersih dari perut bumi Nusantara masih sangat besar dan terbuka luas untuk dikembangkan.
“Sampai dengan sekarang kita yang sudah terinstall itu baru 2,4 gigawatt, untuk RUPTL 2025-2034 kita mentargetkan itu di RUPTL ada 5,2 gigawatt, di sini terlihat bahwa potensi panas bumi ke depannya itu masih sangat besar,” ujar Fahrur saat menjadi pembicara dalam perhelatan Investor Daily Summit (IDS) 2026 di Hotel Raffles, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Andalkan Kolaborasi dengan Pertamina dan Sektor Swasta
Untuk merealisasikan target penambahan kapasitas secara masif tersebut, PLN memandang bahwa sinergi dan kolaborasi lintas institusi—khususnya dengan PT Pertamina (Persero)—menjadi kunci utama agar proses eksplorasi dan pengembangan dapat berjalan efektif tanpa terjadi tumpang tindih kepentingan.
“Kolaborasi yang kita lakukan bersama Pertamina ini menjadi sangat krusial, kita tidak ingin masing-masing yang tadi dibilang Pak Djaka [Pemimpin Redaksi Investor Daily Djaka Susila] jadi kayak rebutan, malah tidak jalan semuanya,” tegas Fahrur.
Selain memperkuat koordinasi antar-BUMN energi, akselerasi proyek panas bumi ini juga menuntut keterlibatan aktif dari pemerintah pusat maupun sektor swasta. Sinergi dari hulu hingga hilir mutlak diperlukan, termasuk dalam perumusan skema tarif yang kompetitif guna menarik minat investor global maupun domestik.
“Jadi kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan swasta ini terlihat di dalam dari sisi hulunya sampai ke hilirnya karena tarifnya juga dibikin murah biar iklim investasinya kondisi bisa menarik semakin banyak investor,” tambahnya.
Dengan potensi geothermal yang melimpah serta dukungan regulasi dan investasi yang kondusif, PLN optimis target penambahan kapasitas di dalam RUPTL dapat tercapai demi mendukung percepatan transisi energi hijau di Indonesia.
[RWT]
Related Posts
- Perkuat Listrik Sektor Industri dan Warga Bontang, PLN Matangkan Kesiapan Teknis GI 150 kV Bontang Lestari
- Perkuat Kelistrikan Tanah Bumbu, PLN Berhasil Energize Trafo 2 Berkapasitas 30 MVA di GI 150 kV Satui
- Pertamina Ungkap Pemicu Antrean SPBU di Kaltim: Jumlah Lembaga Penyalur BBM Masih Terbatas
- Lewat Program TJSL, PLN UIP KLT Dorong Daya Saing UMKM dan Wisata Desa Saing Prupuk
- Sembilan Desa di Kukar Masuk Rencana Elektrifikasi PLN 2027, Pemkab Dorong Sinergi PLTS







