Daerah

Klaster Logistik Disiapkan, BPBD Kaltim Targetkan Penyaluran Bantuan Bencana Tak Lebih dari 72 Jam

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 29 Oktober 2026 16:20
Klaster Logistik Disiapkan, BPBD Kaltim Targetkan Penyaluran Bantuan Bencana Tak Lebih dari 72 Jam
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalimantan Timur, Rahmat Ramadhan. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur tengah menyiapkan klaster logistik untuk mempercepat bantuan bencana. Targetnya, penyaluran bantuan bisa tepat sasaran dan tidak lebih dari 72 jam.

Melalui paparan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya, baru 13 provinsi yang membuat klaster logistik penaggulangan bencana. Kalimantan Timur akan menjadi yang ke-14 dalam pembuatan klaster tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalimantan Timur, Rahmat Ramadhan menyampaikan bahwa pembuatan klaster logistik ini melibatkan banyak stakeholder lintas sektor. 

"Ini sedang disusun. Jadi nantinya klaster logistik ini tujuannya untuk pemetaan agar distribusi bantuan lebih cepat sampai dan tepat sasaran," tegasnya saat dikonfirmasi memalui via telpon Whatsapp pada Kamis (29/10/2026).

Lebih lanjut, setiap sumbangan yang diberikan baik dan masyarakat maupun instansi tertentu, akan ada tim yang mengkurasi sumbangan agar bisa disesuaikan dengan daerah yang terdampak bencana.

"Jangan sampai nanti ada sumbangan-sumbangan, misalnya baju, tetapi bajunya tidak layak. Obat-obatan juga harus dipilah. Kami banyak menemukan hal seperti itu," imbuhnya.

Disamping itu, pembentukan klaster tidak boleh berhenti pada penyusunan struktur organisasi atau penetapan keanggotaan. Setiap instansi dan organisasi harus memiliki peran serta berkontribusi nyata sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki.

"Karena ini lintas sektor, jadi ada dari TNI, Polri, OPD, yang nantinya akan terlibat sesuai keahlian masing-masing," sebutnya.

Rahmat ingin klaster logistik dapat membantu menjembatani kesenjangan sumber daya, mengoptimalkan dukungan dari berbagai pihak, serta mengantisipasi duplikasi bantuan ketika penanganan darurat berlangsung.

"Target kita penyaluran bantuan bisa lebih cepat tidak lebih dari 72 jam," tambahnya.

[RWT] 



Berita Lainnya