Daerah

Konveksi Lokal Belum Banyak Terlibat di Program Seragam Gratis, Disdikbud Kaltim Soroti Kualitas dan Kapasitas Produksi

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 08 Oktober 2026 18:06
Konveksi Lokal Belum Banyak Terlibat di Program Seragam Gratis, Disdikbud Kaltim Soroti Kualitas dan Kapasitas Produksi
Plt Kepala Disdikbud Kaltim, Armin. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Program seragam gratis SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Timur belum banyak melibatkan konveksi lokal. Disdikbud Kaltim menyebut persoalan kapasitas produksi, ketersediaan bahan, hingga keseragaman kualitas menjadi sejumlah pertimbangan.

Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengatakan, pihaknya sebenarnya sejak 2025 telah berupaya mendorong keterlibatan UMKM dan konveksi lokal dalam program tersebut.

Namun, saat pembahasan dilakukan, muncul sejumlah tantangan, terutama terkait kemampuan konveksi memenuhi kebutuhan dalam jumlah besar.

“Bagaimana nanti kesanggupan mereka? Bagaimana dengan kainnya? Tidak sedikit masalahnya,” kata Armin.

Menurutnya, kebutuhan seragam untuk satu provinsi membutuhkan kapasitas produksi yang besar serta kualitas bahan yang seragam. Karena itu, produksi saat ini dilakukan melalui pabrik-pabrik yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan tersebut. Saat ini, produksi dalam program tersebut masih banyak melibatkan konveksi di pulau Jawa.

"Kalau skala kota atau kabupaten masih bisa, ini kan skalanya provinsi. Jadi butuh konveksi yang skalanya cukup besar," tuturnya.

Sebagai catatan, saat ini terdapat tiga perusahaan konveksi yang terlibat dalam pengadaan program seragam gratis tersebut. Di antaranya adalah PT Berkat Cahaya Perkasa yang berdomisili di Bandung untuk tingkat SMA, PT Nara Tunas Karya yang memiliki cabang di Samarinda untuk tingkat SMK, serta CV Dharma Satria Persada yang berdomisili di Samarinda untuk tingkat SLB.

"Secara pribadi saya setuju dalam memaksimalkan konveksi lokal, namun banyak sekali tantangannya seperti kapasitas produksi, bahan dan tantangan lainnya," tuturnya.

Setiap tahun, konveksi harus memproduksi sebanyak 65.000 seragam sekolah yang nantinya didistribusikan kepada seluruh SMA/SMK/SLB se-Kabupaten/kota di Kalimantan Timur. 

"Jadi produksinya itu di pabrik besar. Sebelumnya juga sudah kami komunikasi ke konveksi lokal, namun setelah dibahas memang masih memungkinkan untuk menggunakan konveksi luar," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya