banner

DISKOMINFO KUKAR

Kukar Jadi Daerah Pertama Gelar Festival Lokal Gemini Impact Awards 2026, 200 Guru Jadi Peserta

Supri Yadha — Kaltim Today 27 Oktober 2026 19:55
Kukar Jadi Daerah Pertama Gelar Festival Lokal Gemini Impact Awards 2026, 200 Guru Jadi Peserta
Suasana pembukaan Festival Lokal Gemini Academy Impact Award 2026 di gedung PKM. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi salah satu dari 10 daerah di Indonesia yang terpilih menggelar Festival Lokal Gemini Academy Impact Awards 2026. 

Kegiatan ini menjadi bagian dari pengembangan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sebagai media pembelajaran. Festival tersebut dibuka Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Gedung Putri Karang Melanu, Tenggarong Seberang, Selasa (27/10/2026). 

Kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar ini diikuti 200 guru tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari 20 kecamatan.

Aulia mengatakan, Kukar terpilih setelah melalui proses kurasi dari 514 kabupaten/kota di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 40 daerah diseleksi hingga akhirnya ditetapkan 10 daerah sebagai pelaksana Festival Lokal Gemini Impact Awards 2026.

Menurutnya, terpilihnya Kukar menjadi salah satu daerah pelaksana merupakan hal yang patut diapresiasi. Terlebih, Kukar menjadi daerah pertama yang menyelenggarakan festival tersebut.

“Kami berharap dengan adanya festival ini, pengembangan AI sebagai media belajar di Kukar bisa menjadi lebih kuat dan lebih baik lagi,” kata Aulia.

Kendati demikian, pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan perlu tetap mengedepankan aspek kemanusiaan dan sosial. Menurutnya, teknologi bukan satu-satunya faktor utama dalam proses pembelajaran, melainkan harus digunakan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan.

Ia menjelaskan, Gemini Impact Awards lebih menitikberatkan pada dampak penggunaan AI dalam pembelajaran, bukan sekadar menghasilkan produk berbasis kecerdasan buatan.

Oleh karena itu, pemanfaatan AI diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi proses belajar mengajar di satuan pendidikan di Kukar.

“Di tengah arus era 5.0, kita berharap teknologi ini tidak lagi menjadi yang terdepan, tetapi ada perspektif humanity dan society yang menjadi pemimpin dari proses penguatan teknologi itu sendiri,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah menjelaskan, pelatihan dalam festival tersebut berlangsung selama dua hari. Para guru akan dibekali materi mengenai pemanfaatan AI untuk menyusun dan menyajikan pembelajaran dalam bentuk video yang menarik bagi siswa.

Melalui metode tersebut, siswa diharapkan lebih bersemangat dan gembira dalam mengikuti pembelajaran. Materi yang dikemas secara menarik juga diharapkan dapat membantu siswa memahami pengetahuan yang disampaikan.

Meski demikian, Heriansyah mengingatkan bahwa AI hanya merupakan alat bantu dalam proses pembelajaran. Menurutnya, peran guru sebagai pendidik tetap tidak dapat digantikan oleh teknologi.

“Yang namanya anak-anak itu juga perlu disentuh, sehingga mereka merasa ada perhatian. Ada guru yang menjadi suri teladan dan menjadi role model, menjadi contoh buat mereka. Itu yang penting, bahwa anak-anak itu juga perlu disentuh hatinya,” tuturnya.

Tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik siswa agar memiliki karakter dan akhlak yang baik.

“Yang lebih penting itu adalah bagaimana guru sebagai pendidik. Kalau mengajar saja itu mudah. Ya, kasih saja AI. Mengajar, selesai. Tapi kalau mendidik, bagaimana anak-anak kita itu berkarakter, berakhlak,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya