banner

DISKOMINFO KUKAR

Kukar Kaya Batu Bara Tapi Sering Mati Lampu, Bupati Dorong Pembangunan PLTU Mulut Tambang

Supri Yadha — Kaltim Today 29 Oktober 2026 18:58
Kukar Kaya Batu Bara Tapi Sering Mati Lampu, Bupati Dorong Pembangunan PLTU Mulut Tambang
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Pemadaman listrik yang terjadi di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi perhatian Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. 

Ia mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Mulut Tambang sebagai salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Aulia mengatakan, usulan pembangunan PLTU tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Pemkab Kukar juga terus berkoordinasi dengan PLN terkait kendala yang menyebabkan pemadaman listrik.

“Kami mendorong pembangunan PLTU Mulut Tambang yang ada di Kabupaten Kukar. Usulan ini sudah kami sampaikan kepada Kementerian ESDM,” kata Aulia.

Menurutnya, persoalan listrik menjadi perhatian karena Kukar merupakan daerah penghasil batu bara, tetapi masyarakatnya masih menghadapi pemadaman listrik berulang.

“Kami sampaikan kepada Kementerian ESDM bidang kelistrikan bahwa betapa sakitnya hati warga masyarakat Kukar yang setiap hari melihat ponton batu bara lewat di depan mata mereka, sementara di sisi lain, kondisi listrik masih menjadi salah satu kendala,” ucapnya.

Aulia mencontohkan kondisi di Kecamatan Tabang yang mengalami biarpet atau menyala dan padam secara berulang-ulang setiap hari. Padahal, wilayah tersebut memiliki aktivitas pertambangan batu bara, termasuk tambang PT Bayan yang memasok batu bara untuk PLN.

“Di Tabang itu biarpet-nya tiap hari pasti ada. Padahal, di sana beroperasi salah satu tambang terbesar yang menyuplai batu bara untuk PLN,” ungkapnya.

Aulia menegaskan, Pemkab Kukar akan terus menyuarakan persoalan tersebut meski tidak memiliki kewenangan untuk mengintervensi langsung operasional kelistrikan.

“Kami selalu berkoordinasi dengan PLN dan Kementerian ESDM bidang kelistrikan, sehingga kondisi ini tidak terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara,” tutupnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya