Nasional
OIKN Targetkan Operasional Penuh IKN Tanpa APBN di Tahun 2034
Kaltimtoday.co - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) optimis mencapai target operasional penuh Nusantara dalam 10 tahun ke depan, tanpa bergantung pada APBN.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi OIKN Agung Wicaksono mengungkapkan bahwa, ketertarikan investor terhadap Nusantara terus meningkat. Dalam kurun waktu 6 bulan, investasi di Nusantara telah mencapai Rp 50 triliun.
Diperkirakan sepanjang tahun 2024, investasi yang masuk ke Nusantara akan mencapai Rp 55 triliun, melampaui target OIKN sebesar Rp 100 triliun.
Jika prediksi ini tepat, maka dalam 10 tahun, dengan investasi mencapai Rp 1.000 triliun, Nusantara dapat beroperasi penuh tanpa dana APBN.
China dan Malaysia akan berinvestasi di sektor properti Nusantara dengan nilai total Rp 40 triliun. Ciputra Group juga akan berinvestasi tahun ini dengan mengembangkan kota mandiri, namun nilai investasinya belum diketahui.
Proyek pembangunan dari investor asing dan Ciputra Group masih dalam proses evaluasi studi kelayakan, dan ditargetkan mulai tender pada April 2024.
"Proyek pembangunan properti dari dua investor asing dan Ciputra Group itu masih dalam proses evaluasi studi kelayakan, ditargetkan mulai melakukan tender sekitar April 2024," ujar Agung.
[RWT]
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kaltimtoday.co. Mari bergabung di Grup Telegram "Kaltimtoday.co News Update", caranya klik link https://t.me/kaltimtodaydotco, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Related Posts
- Bipih 2027 Resmi Turun Tipis, Jemaah Haji Bayar Biaya Langsung Rp 54,6 Juta
- Minim Pengalaman Jadi Kendala Fresh Graduate, Distransnaker Kukar Dorong Program Magang Nasional Bacth Ketiga
- Kebakaran Padat Penduduk di Kelurahan Melayu Sisakan Catatan DPRD soal Akses dan Infrastruktur Pemadaman
- Dekatkan Pejabat dengan Masyarakat, Bupati Kukar Wacanakan Sehari Pakai Pakaian Santai
- Baru Dua Hari Jam Layanan Malam Diterapkan, Pengunjung Perpustakaan Kaltim Tembus 200 Orang per Hari







