Daerah

Tren Karhutla Mulai Turun, BPBD Kaltim Sebut Kabut Asap Masih Ganggu Aktivitas Warga Kaltim

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 27 Oktober 2026 14:01
Tren Karhutla Mulai Turun, BPBD Kaltim Sebut Kabut Asap Masih Ganggu Aktivitas Warga Kaltim
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur mengungkap bagaimana tren karhutla di akhir Oktober 2026. Pihaknya mengatakan bahwa ada penurunan intensitas karhutla di sejumlah daerah. 

Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan menyampaikan jika tren karhutla cukup menurun di daerah Berau dan Kutai Barat. Hal itu dikarenakan di beberapa titik sudah terjadi hujan.

"Di pengujung tahun, prediksi memasuki musim hujan juga mulai terlihat," sebutnya.

Meski begitu, ada sejumlah daerah juga yang masih meningkat tren karhutla nya. Khususnya Samarinda, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser. Dari informasi BMKG, Paser merupakan wilayah yang paling terlambat memasuki musim hujan.

"Bukan berarti karhutla sudah selesai. Namun, efek yang dirasakan sekarang adalah kabut asap akibat karhutla, termasuk di wilayah sekitar yang terdampak," imbuhnya.

Kabut asap ini merupakan kumpulan asap dari Agustus dan September yang tertampung di lapisan atmosfer. Penyebabnya adalah asap-asap yang berasal dari luar batas wilayah, seperti Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar). 

"Asap tersebut berkumpul di atas. Sehingga, sinar matahari tidak bisa menembus dan kabut asap turun. Itu yang menyebabkan kondisi kabut asap seperti sekarang," tambahnya.

Berdasarkan pantauan titik kebakaran oleh BPBD selama tiga hari terakhir, yakni terjadi di Bontang (satu titik), Kutai Barat (satu titik), Kutai Kartanegara (Kukar) (empat titik), Kutai Timur (Kutim) (satu titik), Mahakam Ulu (Mahulu) (nol titik), dan Paser ada (tiga titik).

Sebagai informasi, luas lahan yang terbakar pada Oktober ini sebanyak 2.200 hektare. Sedangkan Agustus sekitar 3.500 hektare dan September sekitar 3.800 hektare. 

"Puncaknya terjadi pada September. Relatif menurun ya. Jadi, selain melakukan penindakan terhadap kebakaran yang ada di beberapa wilayah, sekarang kami juga berupaya mencegah dampak asap yang mengganggu masyarakat saat beraktivitas di luar ruangan," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya