Nasional
BMKG Catat 73,8 Persen Wilayah Indonesia Resmi Masuk Musim Kemarau
Kaltimtoday.co, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa sebanyak 73,8 persen wilayah Indonesia kini resmi memasuki musim kemarau. Berdasarkan pemantauan terhadap 699 Zona Musim (ZOM) di seluruh Nusantara, sebanyak 516 ZOM telah berada dalam fase kemarau.
Laporan perkembangan iklim BMKG pada Selasa (4/8/2026) mencatat bahwa hanya tersisa 70 ZOM atau sekitar 10 persen wilayah yang masih mengalami musim hujan. Sementara 113 ZOM atau 16,2 persen sisanya merupakan daerah dengan karakteristik tipe satu musim.
Cakupan musim kemarau terdeteksi meluas di wilayah Sumatera, meliputi Aceh bagian utara, Sumatera Utara bagian selatan, Riau bagian selatan, Sumatera Barat bagian selatan, sebagian Kepulauan Riau, Bengkulu, sebagian Jambi, Sumatera Selatan, sebagian Kepulauan Bangka Belitung, hingga Lampung.
Kondisi serupa merata di seluruh Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, mencakup Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT).
Perluasan kemarau turut melanda sebagian besar Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah bagian selatan, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Utara, sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.
Di Indonesia bagian timur, musim kering melingkupi Maluku Utara, Maluku, hingga wilayah Papua mencakup Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan.
Eskalasi luasan musim kemarau ini meningkatkan potensi kekeringan meteorologis, penurunan drastis pasokan air bersih masyarakat, hingga lonjakan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah.
BMKG mengimbau masyarakat untuk melakukan efisiensi penggunaan air bersih, menghindari aktivitas pembakaran sampah maupun pembukaan lahan, serta secara berkala memantau perkembangan cuaca melalui saluran komunikasi resmi BMKG.
[RWT]
Related Posts
- Minta Indonesia Padamkan Karhutla, Anggota DPR Malaysia Berbahasa Jawa di Parlemen
- BMKG Peringatkan Dampak Fenomena La Nina: Banjir, Longsor, hingga Pangan
- Wagub Seno Aji Takziah ke Keluarga Balita yang Meninggal Diduga akibat Asap, Rekomendasikan Karhutla Jadi Bencana Nasional
- Karhutla Ancam Hutan dan Satwa Liar, DPRD Samarinda Desak Dukungan Pusat
- Peringatan Dini BMKG Hari Ini: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang







