Daerah
Jarak Pandang Turun akibat Asap Karhutla, 124 Penerbangan di 14 Bandara Kalimantan Masih Terdampak
Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meluas di sejumlah wilayah Pulau Kalimantan masih memicu gangguan terhadap sektor operasional penerbangan sipil. Berdasarkan data pemantauan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VII Balikpapan, tercatat sebanyak 124 jadwal penerbangan di 14 bandara lintas tiga provinsi masih terdampak kabut asap sepanjang periode 28 September hingga 4 Oktober 2026.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengungkapkan bahwa fenomena penurunan jarak pandang (visibility) akibat asap pekat memaksa sejumlah maskapai melakukan penundaan (delay) hingga pembatalan penerbangan.
Salah satu dampak krusial terjadi pada rute penerbangan Balikpapan menuju Berau dari Bandara SAMS Sepinggan. Pesawat terpaksa dibatalkan berangkat lantaran bandara tujuan, yakni Bandara Kalimarau Berau, diselimuti kabut asap tebal dengan jarak pandang mendadak merosot hingga menyentuh kisaran 500 meter.
“Dampak karhutla terhadap operasional penerbangan di wilayah kerja Otoritas Bandara Wilayah VII menunjukkan tren penurunan. Pada periode 28 September hingga 4 Oktober 2026, jumlah penerbangan terdampak turun sekitar 40,8 persen dari 180 penerbangan pada periode sebelumnya menjadi 124 penerbangan,” ujar Ferdinan di Balikpapan, Senin (5/10/2026).
Sebaran 14 Bandara Terdampak
Penurunan angka gangguan juga tercatat pada kuantitas bandara yang terdampak. Jika pada fase-fase sebelumnya sempat mencakup 18 hingga 17 bandara, kini jumlahnya mengerucut menjadi 14 bandara.
Adapun ke-14 bandara tersebut tersebar di tiga wilayah provinsi operasional, meliputi:
- 7 Bandara di wilayah Kalimantan Tengah.
- 5 Bandara di wilayah Kalimantan Timur.
- 2 Bandara di wilayah Kalimantan Utara.
Kendati secara statistik kuantitas penerbangan dan jumlah bandara yang terdampak berangsur menyusut dibandingkan puncak krisis pada pertengahan September lalu, sejumlah bandara utama terpantau belum sepenuhnya beroperasi normal.
Bandara Tjilik Riwut di Kalimantan Tengah, serta Bandara APT Pranoto dan Kalimarau di Kalimantan Timur, masih kerap mengalami penomoran delay berjam-jam akibat fluktuasi ketebalan kabut asap karhutla di pagi dan sore hari.
[RWT]
Related Posts
- Polres Berau Tetapkan Lima Tersangka Baru Kasus Karhutla, Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Korporasi
- Berjijibaku 60 Hari Lawan Karhutla, Petugas Damkar Samarinda Sujud Syukur Diguyur Hujan Deras
- Hotspot Menurun, Kukar Dapat Suntikan Rp10 Miliar untuk Penanganan Karhutla
- Karhutla Kaltim Tembus 6.684 Hektare, Kabupaten Kutai Kartanegara Jadi Wilayah Terluas
- TAKAR Ungkap 69 Persen Karhutla Kaltim Terjadi di Wilayah Konsesi








