Daerah

Kebakaran di Kawasan Jalan Danau Aji Tenggarong, 151 Jiwa Terdampak dan Puluhan Rumah Hangus

Supri Yadha — Kaltim Today 06 Oktober 2026 08:22
Kebakaran di Kawasan Jalan Danau Aji Tenggarong, 151 Jiwa Terdampak dan Puluhan Rumah Hangus
Permukiman warga yang rata akibat kebakaran di Kelurahan Melayu. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kebakaran hebat melanda permukiman warga di kawasan Jalan Danau Aji hingga merambat ke Jalan AM Alimudin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Senin (5/10/2026) sore.

Puluhan bangunan dilaporkan hangus terbakar, sementara puluhan keluarga harus kehilangan tempat tinggal akibat peristiwa tersebut.

Api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 17.00 Wita dan baru dapat ditangani hingga malam hari. Besarnya kobaran api membuat sejumlah bangunan ludes dan rata dengan tanah.

Lurah Melayu, Muhammad Hafiz mengatakan, hingga Selasa (6/10/2026) pukul 02.16 Wita, pihaknya telah menghimpun data sementara sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau 151 jiwa yang terdampak kebakaran.

“Untuk sementara data yang kami terima, ada 27 rumah pribadi yang terdampak. Ini belum termasuk bangsalang,” kata Hafiz saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa pagi.

Pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah bangunan yang terdampak, termasuk rumah bangsalan. Berdasarkan data sementara di lapangan, jumlah bangunan terdampak diperkirakan mencapai lebih dari 50 unit.

Hafiz menyebut, mayoritas hunian di kawasan tersebut merupakan rumah kontrakan. Khusus di RT 33, sekitar 70 persen bangunan disebut berstatus kontrakan, sedangkan sisanya merupakan rumah milik pribadi.

Meski kebakaran menghanguskan puluhan bangunan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, terdapat beberapa orang yang mengalami sesak napas.

“Tidak ada korban jiwa. Ada satu relawan, satu warga dan satu lansia yang sesak napas,” katanya.

Pasca-kebakaran, pihak Kelurahan Melayu bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bergerak melakukan penanganan bagi warga terdampak.

Langkah yang dilakukan meliputi pembukaan dapur umum, penyaluran logistik, pendataan korban serta pengurusan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen akibat kebakaran.

Kelurahan juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk mempercepat pengurusan dokumen administrasi warga terdampak.

Untuk sementara, sebagian besar warga yang kehilangan tempat tinggal memilih mengungsi di rumah kerabat, keluarga maupun tetangga. 

Kelurahan juga menyiapkan sejumlah lokasi pengungsian, di antaranya Masjid Muhammadiyah dan BPU Kelurahan Melayu.

Hingga Selasa pagi, kata Hafiz, warga terdampak yang tidak memiliki tempat tinggal masih ditampung oleh keluarga maupun tetangga.

“Yang terdampak sementara diungsikan di kerabat, keluarga dan tetangga. Dari pihak kelurahan ada lokasi pengungsian di Masjid Muhammadiyah dan BPU Kelurahan Melayu,” jelasnya.

Dua posko juga telah disiapkan untuk mendukung penanganan pascakebakaran. Dapur umum berada di dalam gang tepat di depan lokasi kebakaran, sedangkan posko logistik dan informasi ditempatkan di tepi Jalan AM Alimudin.

Pendataan korban dan bangunan terdampak masih berlangsung untuk memastikan kebutuhan warga sekaligus menentukan langkah penanganan berikutnya.

[RWT]


Related Posts


Berita Lainnya