banner

DISKOMINFO KUKAR

Lindungi Permukiman dari Kebakaran, Damkar Kukar Dorong Pembangunan Hidran

Supri Yadha — Kaltim Today 06 Oktober 2026 17:59
Lindungi Permukiman dari Kebakaran, Damkar Kukar Dorong Pembangunan Hidran
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani. (Supri/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Tenggarong - Kebakaran di kawasan padat penduduk Jalan Danau Aji hingga Jalan A.M Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, membuka persoalan serius terkait ketersediaan sumber air untuk pemadaman. Kondisi akses jalan yang sempit juga menjadi kendala petugas menjangkau titik kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan keberadaan hidran menjadi kebutuhan penting, khususnya di kawasan permukiman yang memiliki keterbatasan sumber air.

“Ya, harus. Kalau saya bilang, hidran itu harus,” kata Fida, Selasa (6/10/2026).

Menurutnya, pembangunan sistem hidran tidak dapat dilakukan oleh Damkar seorang diri. Perencanaan hingga pelaksanaannya membutuhkan keterlibatan sejumlah instansi terkait, termasuk Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum dan perusahaan air minum daerah.

Fida menambahkan, Damkar sebelumnya telah berinisiatif membangun hidran kering sepanjang hampir satu kilometer hingga Simpang Tiga Kartini. Fasilitas tersebut dinilai berfungsi sesuai perencanaan dan memudahkan petugas mengisi ulang air saat terjadi kebakaran.

Namun, manfaatnya masih terbatas karena hanya mengarah pada satu titik. Kondisi itu menjadi persoalan ketika kebakaran terjadi di wilayah yang lebih jauh dari sumber pengisian.

“Untuk menuju wilayah tengah, wilayah di Kelambu Kuning, saya harus mengantri untuk mengisi. Artinya butuh waktu 10-15-20 menit. Nah, itu yang terjadi kemarin,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, kata Fida, terlihat saat penanganan kebakaran di kawasan Danau Aji. Dalam waktu sekitar 30 menit, tiga tangki dengan kapasitas 6.000, 14.000 dan 10.000 liter telah digunakan.

Menurutnya, dua bangunan yang menjadi titik awal kebakaran sebenarnya masih dapat ditekan. Namun, saat petugas melakukan pengisian ulang tangki, perubahan arah angin membuat api kembali membesar.

“Artinya kembali kepada sumber air,” katanya.

Fida menilai kawasan Danau Aji menjadi salah satu wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam mitigasi kebakaran. Dalam pemetaan Disdamkarmatan Kukar, kawasan tersebut termasuk area dengan tingkat risiko tinggi di Kecamatan Tenggarong.

Kawasan itu memiliki tiga poros jalan utama, yakni Jalan Danau Aji, Jalan Alimudin dan Jalan Danau Lipan. Namun, menurut Fida, akses dari ketiga sisi tersebut belum memberikan pandangan strategis untuk menjangkau titik kebakaran yang berada di bagian tengah permukiman.

Karena itu, mitigasi yang dapat dilakukan sementara ialah membangun hidran kering dan menempatkan tandon air. Namun, penempatan tandon juga menghadapi kendala karena keterbatasan ruang di kawasan permukiman.

Fida menyebut saat ini terdapat dua tandon berkapasitas masing-masing 5.000 liter yang ditempatkan di kawasan tersebut, sehingga tersedia cadangan air 10.000 liter.

Ke depan, ia mendorong agar hidran kering dapat diperluas hingga masuk ke kawasan permukiman. Untuk merealisasikannya, diperlukan kerja sama dengan pihak RT setempat serta instansi terkait.

“Makanya saya butuh sebenarnya kerja sama dengan pihak RT setempat,” pungkasnya.

[RWT | ADV DISKOMINFO KUKAR] 



Berita Lainnya