banner

DISKOMINFO KUKAR

Padi Tanaman Warga Mulai Tumbuh di Danau Semayang, Bupati Kukar Bakal Cek Langsung

Supri Yadha — Kaltim Today 26 September 2026 20:51
Padi Tanaman Warga Mulai Tumbuh di Danau Semayang, Bupati Kukar Bakal Cek Langsung
Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan bakal meninjau perkembangan tanaman padi di Danau Semayang.

TENGGARONG, Kaltimtoday.co - Tanaman padi yang ditebar di kawasan Danau Semayang, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menunjukkan pertumbuhan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri berencana kembali meninjau perkembangan tanaman tersebut setelah sebelumnya ikut menebar benih padi di kawasan Danau Semayang pada awal September 2026.

Aulia menyampaikan bahwa dirinya telah menerima laporan terkini mengenai perkembangan benih padi yang mulai tumbuh di area danau tersebut.

"Sekarang saya sudah dapat laporan, padinya sudah mulai tumbuh," kata Aulia di Tenggarong, Sabtu (26/9/2026).

Menurut Aulia, terdapat hal unik dalam pola pengendalian hama yang dilakukan masyarakat setempat di kawasan Danau Semayang.

Ia mengungkapkan jika pada umumnya pengendalian hama dilakukan menggunakan pestisida, warga setempat memiliki cara tersendiri dengan memanfaatkan bahan bakar solar.

"Kita biasanya pengendalian hama menyemprot dengan pestisida. Di sana, orang di sana mengendalikan hama menyemprot dengan solar," tuturnya.

Aulia menilai metode tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Semayang dalam merawat tanaman pertanian mereka.

"Nah ini kalau kita semprot (solar) lagi dibilang wah bingung lagi orangnya. Tapi nanti kita lihat kearifan budaya yang ada di Semayang," ujarnya.

Danau Semayang sendiri kerap dimanfaatkan masyarakat setempat sebagai lahan pertanian musiman ketika debit air danau menyusut akibat musim kemarau.

Pola pemanfaatan lahan ini telah dilakukan warga sejak 1996 dan sempat kembali diterapkan pada 2015 hingga berhasil menghasilkan panen.

Ketika kondisi perairan tidak memungkinkan untuk menangkap ikan, sebagian warga yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan beralih menjadi petani.

Pada musim tanam kali ini, warga menebar lebih dari satu ton benih padi varietas Inpari 32 di atas lahan seluas kurang lebih 100 hektare.

Metode yang digunakan adalah Tabela Dar atau tanam benih langsung dalam air, di mana benih ditebar saat kawasan masih tergenang hingga tenggelam ke dasar perairan dan tumbuh seiring menyusutnya air.

Tanaman padi musiman tersebut diperkirakan membutuhkan waktu pemeliharaan sekitar 110 hari hingga memasuki masa panen.

Aulia berharap ikhtiar warga dalam memanfaatkan lahan surut Danau Semayang dapat memberikan hasil pertanian yang optimal.

"Mudah-mudahan ini apa yang diikhtiarkan oleh warga masyarakat Semayang bisa didapatkan, panen yang melimpah bisa didapatkan oleh warga masyarakat yang ada di Semayang," pungkasnya.

[TOS | ADV DISKOMINFO KUKAR]



Berita Lainnya