Daerah

Sempat Tertunda akibat Asap Karhutla, Seluruh Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Kembali Normal

Network — Kaltim Today 07 Oktober 2026 05:22
Sempat Tertunda akibat Asap Karhutla, Seluruh Penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan Kembali Normal
Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan. (Dok. Kaltimtoday.co)

kaltimtoday.co, Balikpapan - Kabut asap pekat yang sebelumnya mengepung sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan akibat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan telah berangsur mereda. Kondisi cuaca yang membaik ini berdampak langsung pada pemulihan sektor transportasi udara di Balikpapan.

Berdasarkan data operasional harian, seluruh jadwal penerbangan di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan terpantau kembali normal pada Selasa (6/10/2026).

Sebelumnya, operasional penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan sempat mengalami gangguan menyusul buruknya jarak pandang di sejumlah bandara tujuan regional. Gangguan terakhir tercatat terjadi pada Senin (5/10/2026), di mana sedikitnya dua jadwal penerbangan rute Balikpapan menuju Berau terpaksa ditunda akibat bandara tujuan diselimuti kabut asap.

Manager Humas Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, Iwan Rusdianto, mengonfirmasi bahwa seluruh rute penerbangan saat ini telah beroperasi secara normal tanpa kendala cuaca berarti.

“Alhamdulillah, hari ini jadwal penerbangan di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan telah kembali normal. Untuk jadwal penerbangan yang terganggu terakhir terjadi pada Senin kemarin, di mana masih ada dua rute penerbangan tujuan Berau yang sempat tertunda,” jelas Iwan di Balikpapan, Selasa (6/10/2026).

Puncak Gangguan Terjadi Sepanjang September 2026

Iwan mengungkapkan bahwa bulan September 2026 menjadi periode paling berdampak terhadap dunia penerbangan sipil di wilayah kerjanya. Sepanjang bulan tersebut, tercatat lebih dari 20 jadwal penerbangan mengalami penundaan (delay) hingga pembatalan akibat fluktuasi ketebalan kabut asap karhutla.

Meski demikian, dengan tren meredanya titik panas (hotspot) dan membaiknya jarak pandang di berbagai wilayah Kalimantan, aktivitas penerbangan kini kembali berjalan lancar.

[RWT] 



Berita Lainnya