Daerah

Warga Berau Geruduk Kantor PLN, Protes Pemadaman Listrik Berkepanjangan

Kaltim Today
27 Oktober 2026 06:53
Warga Berau Geruduk Kantor PLN, Protes Pemadaman Listrik Berkepanjangan
Suasana unjuk rasa di depan kantor PLN Berau. (Miko/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Berau - Sejumlah warga Berau mendatangi kantor PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Berau pada Senin (26/10/2026) tengah malam. Aksi tersebut dipicu keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir yang berlangsung selama tiga hari terakhir.

Salah seorang demonstran, Jogras, mengatakan pemadaman listrik di wilayah Berau bukan persoalan baru. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan sejak 2009.

Ia menilai kondisi itu ironis mengingat Berau merupakan salah satu daerah penghasil batu bara yang menjadi sumber energi bagi pembangkit listrik.

“Masyarakat Berau kalau berbicara kecewa, sangat kecewa karena sejak 2009 mati lampu terjadi setiap tahun. Sementara kekayaan alam kita dikeruk, diekspor untuk menyalakan PLTU di kota-kota besar, tapi di daerah malah pemadaman listrik terus,” ujarnya.

Mewakili masyarakat, Jogras meminta PLN segera menormalkan pasokan listrik. Jika pemadaman bergilir tidak dapat dihindari, ia berharap perusahaan memberikan informasi dan jadwal pemadaman yang jelas kepada masyarakat.

“Kita hanya cuma minta penormalan. Kalau informasi yang kita dapat dari manajemen PLN pemadaman bisa sampai empat jam, kita tidak terima itu, apalagi informasi sangat minim kita terima,” tegasnya.

PLN Jelaskan Penyebab Pemadaman Bergilir

Menanggapi keluhan masyarakat, Kepala PLN UP3 Berau, Erwinton Naibaho, menjelaskan bahwa pemadaman listrik berdurasi panjang dipicu gangguan pada sejumlah pembangkit yang menyuplai listrik ke wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara).

Gangguan tersebut menyebabkan pasokan listrik yang diterima daerah mengalami defisit daya. Khusus di Berau, defisit daya tercatat berkisar 2–4 megawatt (MW).

“Pernah sampai hingga 6 MW, tapi itu jarang. Paling 1–2 hari,” jelasnya.

Untuk mengatasi kekurangan pasokan, PLN melakukan langkah mitigasi dengan memprioritaskan penyaluran listrik kepada pelanggan dibandingkan perusahaan yang memiliki pembangkit listrik mandiri (captive power).

Menurut Erwinton, langkah tersebut sempat membantu mengatasi keluhan masyarakat. Namun, kondisi kembali memburuk setelah terjadi gangguan lain berupa robohnya menara transmisi di jalur Maloy–Talisayan, Kutai Timur.

“Tower itu memiliki beban daya 150 kV (kilovolt), berfungsi untuk mengalirkan energi listrik dari pembangkit hingga ke pelanggan. Begitu transmisi ini terputus, maka kita kehilangan daya,” tambahnya.

Erwinton menjelaskan, kebutuhan listrik di Berau saat beban puncak harian berkisar 46–50 MW. Pada siang hari, kebutuhan daya berada di kisaran 30 MW, sedangkan pada malam hari meningkat hingga mencapai beban puncak.

Akibat robohnya menara transmisi tersebut, pasokan listrik ke Berau terganggu. Sebagai langkah antisipasi, PLN mengoperasikan pembangkit lokal, di antaranya PLTD Sambaliung dan PLTU Teluk Bayur.

“Namun, kita hanya bisa mengaktifkan hingga 37,5 MW. Itu sangat jauh dari angka kebutuhan harian di Berau,” ungkapnya.

Keterbatasan pasokan tersebut membuat PLN harus menerapkan pemadaman listrik bergilir. Situasi semakin menantang karena PLN juga perlu menjaga pasokan listrik selama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

“Jadi kami tidak bisa melakukan pemadaman ketika tes tersebut berlangsung. Jadi terpaksa banyak pelanggan yang harus dipadamkan dalam waktu cukup lama,” sambung Erwinton.

PLN Targetkan Pasokan Kembali Normal

Terkait perbaikan menara transmisi Maloy–Talisayan, Erwinton mengatakan petugas teknis telah melakukan pembersihan di area sekitar lokasi.

Meski demikian, ia belum dapat memastikan secara terperinci waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan pasokan listrik secara menyeluruh. PLN, kata dia, terus mengupayakan agar kondisi kelistrikan di Berau segera kembali normal.

“Intinya secepatnya kita upayakan normal kembali, paling tidak kurang dari dua minggu,” tandasnya. 

[RWT] 



Berita Lainnya