Advertorial
DPMPTSP Kaltim Optimis Capai Target Serapan APBD 2023 dengan Upaya Maksimal dalam Promosi dan Kajian
Kaltimtoday.co, Samarinda - Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Timur, Puguh Harjanto, menyatakan keyakinan bahwa lembaganya dapat memaksimalkan serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk tahun 2023. Dalam wawancara dengan awak media, Puguh menegaskan bahwa DPMPTSP Kaltim telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat akselerasi kegiatan, termasuk promosi dan kajian.
"Kami telah menyiapkan dan mengeksekusi berbagai kegiatan promosi dan kajian untuk memastikan pencapaian target yang telah kami tetapkan," ujar Puguh.
Ia menyebutkan bahwa beberapa kegiatan tersebut telah berhasil diselesaikan menjelang akhir November, dan DPMPTSP Kaltim sudah merencanakan kegiatan lanjutan yang akan dimulai pada Desember mendatang sebagai bagian dari strategi efisiensi anggaran.
Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti regulasi dan penyesuaian waktu dalam permohonan dana, Puguh menegaskan bahwa hal tersebut tidak menghambat proses pencapaian realisasi investasi yang tetap sesuai dengan indikator kinerja utama yang telah ditetapkan.
"Kami terus berupaya menyesuaikan diri dengan regulasi yang ada dan memaksimalkan efisiensi waktu dalam permohonan dana," tambahnya.
Puguh juga menyatakan optimisme bahwa, meski dihadapkan pada berbagai tantangan, DPMPTSP Kaltim akan terus bekerja keras untuk tidak hanya mencapai, tetapi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan.
"Tujuan utama kami adalah meningkatkan iklim investasi di Kalimantan Timur," pungkasnya.
[TOS | ADV DPMPTSP KALTIM]
Related Posts
- Genjot Kedaulatan Energi, Menteri Bahlil Resmikan Dua Proyek Gas Lepas Pantai di Kaltim
- Raih Penghargaan TPAKD Wilayah Kalimantan, Pemprov Kaltim Utus Karo Ekonomi ke Jakarta
- Viral Aksi Arogan ke Mahasiswi, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Copot Ajudan Briptu Asky
- Tiga Tahun AAKBB Kaltim, Perkuat Advokasi Beragama dan BerkeyakinanÂ
- Wagub Seno Aji Takziah ke Keluarga Balita yang Meninggal Diduga akibat Asap, Rekomendasikan Karhutla Jadi Bencana Nasional








