Ekonomi dan Bisnis
Di Tengah Kekeringan dan Karhutla, Inflasi Kaltim Agustus Melandai ke 0,10 Persen
SAMARINDA, Kaltimtoday.co - Kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan ekstrem melanda sejumlah wilayah di Kalimantan Timur dalam sebulan terakhir. Dampak fenomena El Nino tersebut membuat Sungai Mahakam hingga Danau Melintang, Danau Jempang, dan Danau Semayang surut drastis.
Kondisi kekeringan nampak jelas di kawasan Danau Kaskade Mahakam, di mana nelayan di Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara, mengeluhkan hasil tangkapan ikan yang merosot. Sementara di Danau Jempang, Kutai Barat, dasar danau berubah menjadi daratan kering yang bisa dilintasi sepeda motor.
Namun, data resmi Bank Indonesia menunjukkan angka inflasi Kalimantan Timur pada Agustus 2026 justru melandai menjadi 0,10 persen secara bulanan. Angka tersebut tercatat turun dari tingkat inflasi bulan Juli sebesar 0,18 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Timur, Jajang Hermawan, mengonfirmasi melandainya inflasi daerah tersebut saat meninjau panen raya demonstration plot padi metode LEISA di Gapoktan Mandiri, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara, Kamis (10/9/2026).
Saat dimintai tanggapan mengenai dampak karhutla terhadap ekonomi, Jajang tidak menjawab langsung dan memilih berfokus pada pembahasan penguatan sektor pertanian.
"(Masalah) Karhutla tentunya tidak (ditanyakan) di momen ini. Kami konsen dulu kepada bagaimana pemberdayaan petani untuk meningkatkan produktivitas tanah," ujar Jajang usai meninjau panen raya di Anggana, Kamis (10/9/2026).
Jajang menjelaskan adanya keterkaitan langsung antara produktivitas pertanian, keberlanjutan pasokan pangan, dan upaya pengendalian laju inflasi daerah.
"Pertanian ini kan kaitannya dengan ketahanan pangan, terus ujungnya tugas manusia kan pengendalian inflasi. Kalau produksi tani bagus, tentunya ada kecukupan pangan dan inflasi," katanya.
Ia menegaskan Bank Indonesia Kaltim terus berkoordinasi dengan kementerian terkait dan pemerintah daerah untuk menjaga ketahanan pangan di tengah dampak karhutla yang masih berlangsung.
Mengenai dinamika angka inflasi, Jajang menerangkan bahwa penurunan dari 0,18 persen ke 0,10 persen bukan berarti terjadi penurunan harga pada seluruh kelompok barang.
"Karena inflasi itu kan ada komponen yang meningkat, ada komponen yang deflasi. Tapi secara net, terjadilah 0,10 persen," jelasnya.
Jajang menyimpulkan secara keseluruhan tingkat inflasi Kalimantan Timur masih berada di dalam kisaran sasaran yang ditetapkan Bank Indonesia.
[TOS]
Related Posts
- Tiga Perkara Disorot JAMPER, Kejati Kaltim Ungkap Perkembangan Penanganannya
- Kabut Asap Karhutla Picu 113.336 Kasus ISPA di 7 Provinsi, Balita Ikut Terdampak
- Unmul Bersholawat Jilid III, Rektor Ajak Civitas Akademika Perkuat Iman dan Doakan Bangsa
- Dari Expo hingga Pasar Murah, Unmul Buka Dies Natalis untuk Masyarakat
- 13 Tahun Menunggu, Warga Ring Road Tahap 3 Tagih Ganti Rugi Lahan









