Advertorial

KUUB Tetapkan Ketua Baru dari Brunei Darussalam, Rumuskan Arah Baru Kolaborasi Perguruan Tinggi

Defrico Alfan Saputra — Kaltim Today 21 Oktober 2026 14:37
KUUB Tetapkan Ketua Baru dari Brunei Darussalam, Rumuskan Arah Baru Kolaborasi Perguruan Tinggi
Annual General Meeting (ADM) KUUB Internasional Convention 2026. (Defrico/Kaltimtoday.co)

Kaltimtoday.co, Samarinda - Setelah pembukaan konsorsium hari pertama, KUUB Internasional Convention 2026 dilanjutkan dengan Annual General Meeting (ADM), sidang pleno tahunan untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan selama tiga tahun terakhir sekaligus merumuskan arah strategis dan kepengurusan baru KUUB.

Chairman KUUB baru saat ini dipimpin oleh Dato Seri Setia Dr. Haji Norarfan bin Haji Zainal dari Universitas Islam Sultan Sharif Ali (UNNISA). Sebelumnya, kursi chairman diduduki oleh Prof.  Dr. Shahrul Razid Sarbini, (Chairman KUUB Pengarah Universiti Putra Malaysia Sarawak).

Ketua Panitia KUUB, Irman Irawan menyebut bahwa dalam Annual Meeting, telah dilakukan penyampaian laporan pertanggungjawaban dari konsorsium selama satu periode.

"Alhamdulillah, hari ini juga telah ditentukan kepengurusan untuk konsorsium yang baru. Disepakati barusan bahwa yang menjadi ketua konsorsium adalah dari Brunei Darussalam," sebutnya.

Lebih lanjut, Irman mengatakan konsorsium ini berfokus pada pengembangan riset, dan nantinya juga ada kegiatan pertukaran pelajar dan dosen sebagai bentuk kolaborasi lintas tiga negara.

Rangkaian selanjutnya, KUUB akan melakukan kunjungan ke IKN. Tujuannya untuk melihat sejauh mana progres pembangunan yang sedang berjalan. 

"Besok Kepala Otorita akan memberikan pemaparan tentang situasi yang ada di IKN saat ini dan mengenal perubahan mindset dalam rangka bekerja dengan adanya perubahan perpindahan ibu kota negara," sebutnya.

Menyangkut kehadiran dari pihak luar, progres IKN dinilai berpeluang untuk memberikan citra positif kepada Indonesia, serta melihat sejauh mana perkembangan perpindahan ibu kota negara yang baru.

Dengan adanya para pelajar, para pimpinan perguruan tinggi, dan para dosen yang berasal dari tiga negara, mungkin mereka bisa memublikasikan kepada negaranya.

"Tentu ini menjadi momentum, menarik perhatian investor yang ingin menanamkan investasinya di Indonesia," tutupnya.

[RWT] 



Berita Lainnya