Daerah
Momen HUT Ke-81 TNI, Tentara Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Kompi Produksi
Kaltimtoday.co, Samarinda - Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) terus memperkuat dukungan terhadap penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta program ketahanan pangan di wilayah Kalimantan Timur. Pernyataan itu ia sampaikan bersamaan dengan momen Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI.
Komandan Korem 091/ASN, Brigjen TNI Anggara Sitompul, mengatakan upaya tersebut menjadi bagian dari pengabdian TNI kepada masyarakat sekaligus dukungan terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Kami selalu berupaya berbuat yang terbaik buat rakyat. Memang banyak tugas yang sedang kita laksanakan sekarang dalam rangka mendukung program Asta Cita Bapak Presiden Prabowo,” kata Anggara.
Menurutnya, penanganan karhutla masih menjadi salah satu perhatian utama di tengah kondisi kabut asap yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. TNI bersama pemerintah daerah, Polri, dan pemangku kepentingan lainnya terus melakukan upaya untuk menekan dampak kebakaran.
“Terutama ini kan masih situasi kabut asap, mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Kita terus bersama-sama berangkulan untuk berupaya memperkecil dampaknya,” ujarnya.
Anggara menyebut, sepanjang periode Agustus hingga September, kebakaran masih terjadi, tetapi api disebut dapat segera ditangani sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
“Memang ada asap ini, tapi hampir tiap hari itu bisa padam. Ketika nyala, dia padam, tidak ada yang berkelanjutan sampai melebar dan meluas,” katanya.
Selain penanganan karhutla, Korem 091/ASN juga menjalankan program penguatan ketahanan pangan. Anggara mengatakan pihaknya telah menerima perintah Panglima TNI untuk mengaktifkan kompi produksi di setiap Komando Distrik Militer (Kodim).
Kompi produksi tersebut akan bergerak dalam sejumlah sektor, mulai dari pertanian, peternakan hingga perikanan. Program itu diarahkan untuk menghubungkan berbagai pelaku usaha dan kelompok masyarakat agar proses produksi hingga hilirisasi dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Di setiap Kodim itu ada kompi produksi. Nanti ada kluster-kluster pertanian, peternakan, perikanan yang bisa menggandeng teman-teman yang bergerak di pertanian yang lain bersama-sama,” jelasnya.
Anggara berharap program tersebut dapat membuat bantuan pemerintah kepada masyarakat tidak berhenti pada bantuan awal, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang mampu berjalan dalam jangka panjang.
“Bagaimana proses dari hulu sampai hilirisasi agar bisa berjalan berkelanjutan, sehingga bantuan-bantuan pemerintah itu tidak hanya begitu dibantu hilang. Ini bisa terus berkelanjutan, sehingga pemerintah sekali bantu ya diharapkan dia panjang, tidak hanya panas-panas sebentar, habis itu hilang,” pungkasnya.
[RWT]
Related Posts
- Perusahaan Pastikan Sudah Tak Ada Lagi Buaya di Lokasi Konservasi Milik Abun
- 993 Peserta Ikuti Psikotes TUNAS 2026 di Unmul, Jadi Satu-satunya Lokasi Tes di Kalimantan
- Indonesia vs Thailand di Final FIFA ASEAN Cup 2026 Perdana, Bupati Kukar Siapkan Nobar di Arbizz Space
- Dosen FISIP Unmul Minta Sistem Remunerasi Lebih Transparan di Era Rudianto Amirta
- Bupati Kukar dan Wali Kota Samarinda Duduk Bersama Bahas Aliran Air Loa Janan Ulu, Pintu Air Jadi Solusi Awal









