Kaltim
Progres Kilang Balikpapan Capai 99 Persen, Menteri Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman
BALIKPAPAN, Kaltimtoday.co - Usai meresmikan penerimaan gas JNE#6 dan Lapangan Maha di lepas pantai Kalimantan Timur, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, meninjau langsung Kilang Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kesiapan proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan yang dirancang untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM), sekaligus mengecek keandalan stok BBM nasional.
Bahlil mengungkapkan bahwa progres pembangunan proyek pengembangan Kilang Balikpapan saat ini telah memasuki tahap akhir.
"Untuk RDMP keseluruhan sudah 99 persen, sudah selesai. Cuma apa ya, perintil-perintilnya lah, biasalah barang baru kan. Barang baru itu kan ada karet-karetnya, kira-kira begitulah. Tapi insyaallah kita akan selesaikan," kata Bahlil.
Ia menjelaskan pekerjaan yang tersisa saat ini mencakup penyesuaian teknis minor dan penyelesaian tahap pengujian (commissioning) peralatan baru agar kilang siap beroperasi secara optimal.
Sambil menunggu kilang beroperasi secara penuh, Bahlil menegaskan bahwa ketersediaan pasokan BBM di tingkat nasional berada dalam posisi aman dan memenuhi standar minimum.
Saat ini stok Pertalite mencukupi untuk kebutuhan 16 hingga 18 hari, sementara pasokan BBM nonsubsidi dengan kisaran angka oktan (RON) 92, 95, dan 98 bertahan di atas 20 hari.
Adapun untuk jenis Solar, pasokan nasional tercatat tanpa kendala karena seluruh kebutuhan dalam negeri telah terpenuhi tanpa bergantung pada impor.
Di wilayah Kalimantan sendiri, tingkat ketersediaan pasokan BBM berada pada posisi yang relatif setara dengan rata-rata nasional.
Selain ketahanan pasokan, Bahlil menginstruksikan PT Pertamina (Persero) untuk mengoptimalkan sistem distribusi guna memastikan BBM subsidi tepat sasaran.
Pengawasan penyaluran juga ditingkatkan dengan menggandeng pemerintah daerah serta aparat penegak hukum dari unsur TNI dan Polri demi menindak tegas para pelaku penimbunan.
Mengenai kendala distribusi di lapangan, Bahlil mengungkapkan fenomena El Nino sempat memicu pendangkalan aliran Sungai Kapuas di Kalimantan Barat sehingga mengganggu jalur pengiriman BBM.
Guna mengatasi hambatan arus logistik tersebut, Pertamina menerapkan skema mitigasi dengan memanfaatkan kapal sebagai fasilitas penampungan terapung (floating storage), lalu melanjutkan penyaluran ke daerah tujuan melalui jalur darat.
Dalam jangka panjang, keberadaan RDMP Balikpapan menjadi tumpuan utama ketahanan energi nasional.
Proyek Strategis Nasional ini menelan nilai investasi mencapai 7,4 miliar Dolar AS atau setara Rp126 triliun, sekaligus tercatat sebagai salah satu investasi tunggal BUMN terbesar di Indonesia.
Setelah beroperasi penuh kelak, Kilang Balikpapan diproyeksikan mampu memasok 22 hingga 25 persen dari total kebutuhan BBM nasional.
Penguatan kapasitas produksi ini diharapkan dapat memperkokoh pasokan BBM dalam negeri sekaligus terus mengikis ketergantungan terhadap impor BBM sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
[TOS]
Related Posts
- Herdiansyah Hamzah Nilai Sikap Ajudan Cerminkan Karakter Rudy Mas’ud terhadap Pengunjuk Rasa
- Gubernur Rudy Mas'ud Lantik Sembilan Pejabat Tinggi Pratama, Ini Daftar Nama dan Jabatannya
- From France to Albania, social unrest is setting Europe's streets ablaze
- Shooting near Ohio mosque leaves 1 dead but was not connected to the building, police say
- Rudy Mas’ud Siapkan Rumah Oksigen untuk Kelompok Rentan, Kutai Barat hingga Kukar Jadi Prioritas Penanganan Karhutla









