Daerah
Sebanyak 26 SMA/SMK Tidak Kebagian Seragam Gratis, Ada Sekolah Tak Terima Murid Baru
Kaltimtoday.co, Samarinda - Program gratispol seragam gratis tahun ini mengalami penurunan distribusi. Sebab, sebanyak 26 sekolah jenjang SMA/SMK tidak kebagian seragam gratis.
Alasannya, sejumlah sekolah tidak membuka penerimaan murid baru atau sudah tidak aktif beroperasi, sehingga tidak masuk sebagai daftar penerima manfaat.
Kepala Bagian Umum Disdikbud Kaltim Suprapto merinci data terkait jumlah penerima manfaat, khususnya sekolah yang mendapatkan distribusi seragam gratis.
Untuk jenjang SMA/MA, dari total 348 sekolah yang tercatat, terdapat 15 sekolah SMA yang tidak masuk dalam program Seragam Gratis. Sedangkan untuk jenjang SMK, ada 11 sekolah dari total 218 yang juga tidak masuk sebagai penerima manfaat.
"Sekolah tersebut tidak menerima murid baru pada tahun ajaran berjalan, dan ada sekolah yang sudah tidak beroprasi, namun masih tercatat di dalam Dapodik (data pokok pendidikan)," sebutnya.
Terkait proses pendataan, Disdikbud memakai sumber dari Dapodik. Sekolah yang tidak aktif dalam kondisi tertentu, disebutnya masih tercatat aktif karena terdapat masa tunggu dua tahun sebelum statusnya dinonaktifkan oleh sistem.
"Saat proses berjalan, pemerintah dapat mengajukan penonaktifan data sekolah kepada Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin)," imbuhnya.
Disdikbud Kaltim belum mengungkap nama-nama sekolah yang tidak menerima bantuan maupun jumlah siswa yang terdampak dari masing-masing sekolah.
Pihaknya menargetkan 63.548 siswa menerima seragam gratis pada 2026. Untuk merealisasikan program tersebut, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 65 miliar.
[RWT]
Related Posts
- Genjot Kedaulatan Energi, Menteri Bahlil Resmikan Dua Proyek Gas Lepas Pantai di Kaltim
- Raih Penghargaan TPAKD Wilayah Kalimantan, Pemprov Kaltim Utus Karo Ekonomi ke Jakarta
- Viral Aksi Arogan ke Mahasiswi, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Copot Ajudan Briptu Asky
- Tiga Tahun AAKBB Kaltim, Perkuat Advokasi Beragama dan Berkeyakinan
- Wagub Seno Aji Takziah ke Keluarga Balita yang Meninggal Diduga akibat Asap, Rekomendasikan Karhutla Jadi Bencana Nasional









